Nasional » IDAI Serukan Aksi Pita Hitam Mulai 2 Mei – 2 Juni 2025

IDAI Serukan Aksi Pita Hitam Mulai 2 Mei – 2 Juni 2025

oleh
IDAI Serukan Aksi Pita Hitam Mulai 2 Mei – 2 Juni 2025
IDAI Serukan Aksi Pita Hitam Mulai 2 Mei – 2 Juni 2025.

DASWATI.ID – Ikatan Dokter Anak Indonesia atau IDAI menggelar aksi simbolis bertajuk Aksi Pita Hitam sebagai bentuk protes terhadap tindakan intimidasi dan mutasi sepihak yang dialami sejumlah dokter anak.

Intimidasi dan mutasi sejak Desember 2024, menyusul serangkaian peristiwa yang dianggap merugikan independensi kolegium dan hak asasi manusia, serta berdampak pada pelayanan kesehatan anak di Indonesia.

Melalui pernyataan resmi di media sosial Instagram IDAI, Jumat (2/5/2025), menyebutkan bahwa tindakan intimidasi tersebut menimpa sejumlah pengurus, termasuk Sekretaris Umum PP IDAI, Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Tumbuh Kembang Pediatri Sosial, serta Ketua Umum PP IDAI, dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A, Subsp.Kardio.(K), yang merupakan ahli kardiologi anak.

Selain itu, Ketua IDAI Cabang Sumatera Utara, dr. Rizky Adriansyah, juga diberhentikan secara mendadak tanpa alasan jelas dari praktik di RS Adam Malik.

IDAI menduga tindakan ini terkait ketidaksepahaman dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengenai independensi kolegium, yang menjadi pilar utama dalam menjaga mutu dan moral pendidikan dokter anak di Indonesia.

“Tindakan intimidasi ini telah melukai hak asasi manusia dan merugikan masyarakat, terutama pasien-pasien jantung, tumbuh kembang, dan hematologi-onkologi anak,” tulis IDAI dalam pernyataannya. 

Untuk menunjukkan keprihatinan atas perlakuan yang dianggap zalim tersebut, IDAI mengimbau seluruh anggotanya, baik di instansi pemerintah maupun swasta, untuk mengenakan Pita Hitam di lengan kanan selama sebulan, mulai 2 Mei hingga 2 Juni 2025.

Sementara itu, Ketua Umum PP IDAI, dr. Piprim Basarah Yanuarso, dalam pernyataannya menyampaikan kekecewaan mendalam atas perlakuan terhadap rekan-rekannya.

“Bertubi-tubi organisasi profesi yang berusia hampir 75 tahun ini mendapatkan kezaliman. Siang ini kami mendapat kabar mengejutkan tentang pemberhentian mendadak tanpa dasar yang jelas terhadap dr (dr. Rizky Adriansyah). Kami sangat menyayangkan kejadian ini,” ujar dr. Piprim.

Ia menegaskan bahwa sebagai dokter spesialis anak, IDAI hanya ingin memberikan pelayanan terbaik bagi kesehatan anak tanpa muatan politik.

Meski menghadapi tekanan, IDAI menegaskan tidak akan mengambil langkah yang melanggar hukum, seperti mogok massal.

Sebaliknya, organisasi ini mengajak seluruh dokter spesialis anak untuk berdoa sesuai agama dan kepercayaan masing-masing sebagai bentuk perlawanan terhadap kezaliman.

“IDAI tidak akan pernah mundur. IDAI akan terus bersinar untuk anak Indonesia,” tegas dr. Piprim, seraya memohon kekuatan dari Allah SWT untuk melawan ketidakadilan.

Aksi Pita Hitam ini menjadi simbol solidaritas dan perjuangan IDAI dalam mempertahankan independensi serta menjaga kualitas pelayanan kesehatan anak di tengah tantangan yang dihadapi.

IDAI berharap aksi ini dapat menyadarkan pihak-pihak terkait untuk menghentikan tindakan yang merugikan profesi dokter anak dan masyarakat luas.

Baca Juga: Jemaah Haji Lampung Diimbau Waspada Panas Ekstrem di Arab Saudi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *