IKM Bandar Lampung Tumbuh: Pemkot Perkuat Pasar dan Sertifikasi

oleh
IKM Bandar Lampung Tumbuh: Pemkot Perkuat Pasar dan Sertifikasi
Kepala Dinas Perindustrian Kota Bandar Lampung, Ahmad Husna. Foto: Josua Napitupulu

DASWATI.ID – Sektor Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Kota Bandar Lampung menunjukkan pertumbuhan signifikan, dengan jumlah unit yang melonjak drastis.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung terus memperkuat fondasi IKM melalui berbagai program sertifikasi dan perluasan akses pasar, demi meningkatkan daya saing produk lokal.

Data Dinas Perindustrian Kota Bandar Lampung mencatat, jumlah IKM pada tahun 2020 sebanyak 310 unit, meningkat tajam menjadi 642 unit pada tahun 2025.

Kepala Dinas Perindustrian Kota Bandar Lampung, Ahmad Husna, menjelaskan bahwa peningkatan ini merupakan hasil kebijakan Pemkot di bawah kepemimpinan Wali Kota Eva Dwiana yang fokus pada penguatan sektor industri kecil.

Percepatan Legalitas dan Sertifikasi

Dalam upaya memperkuat IKM, Pemkot Bandar Lampung telah gencar melakukan pendampingan legalitas dan sertifikasi.

Dari total 642 IKM yang ada, 579 unit telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), 156 unit mengantongi Standar Industri Hijau Nasional (SIINas), 101 unit sudah bersertifikat halal, 76 unit memiliki izin Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), dan 20 IKM telah memperoleh hak kekayaan intelektual (HKI).

Selain itu, Pemkot juga memiliki rencana untuk memberikan penyaluran bantuan alat produksi pada tahun 2026, yang diharapkan dapat lebih memperkuat kapasitas UMKM.

“Semua program ini ditujukan agar UMKM semakin kuat,” ujar Ahmad Husna di Bandar Lampung, Selasa (26/8/2025).

Perluasan Akses Pasar Melalui Kemitraan Strategis

Untuk memperluas jangkauan produk IKM, Pemkot Bandar Lampung telah mengambil langkah strategis dengan menggandeng berbagai ritel modern besar seperti Indomaret, Alfamart, Chandra, Gelael, dan Sari Rasa.

Kerja sama ini diharapkan membuka pintu bagi produk-produk lokal untuk masuk ke pasar yang lebih luas dan modern.

Tak hanya itu, Pemkot juga mengoptimalkan Taman Wisata Kuliner UMKM Bung Karno sebagai etalase produk lokal.

Husna menjelaskan bahwa untuk menarik lebih banyak pengunjung dan meningkatkan transaksi pedagang, Pemkot melibatkan komunitas musik dan seni di kawasan kuliner tersebut.

“Dengan melibatkan komunitas musik dan seni di kawasan kuliner UMKM Bung Karno, kami berharap minat pengunjung meningkat sehingga transaksi pedagang pun lebih baik,” kata dia.

Pemkot juga berkomitmen untuk menyediakan fasilitas pendukung di Taman UMKM Bung Karno.

Kegiatan dapat digelar setiap Sabtu dan Minggu, dan fasilitas seperti power listrik, tarub, serta kursi dan meja untuk penonton akan disiapkan secara gratis, dengan koordinasi bersama Dinas Perindustrian.

Optimisme Peningkatan Daya Saing

Pemerintah Kota Bandar Lampung sangat optimistis bahwa berbagai langkah ini akan mampu memperluas akses pasar dan secara signifikan meningkatkan daya saing produk lokal.

“Nanti akan kami siapkan fasilitas yang dibutuhkan,” kata Husna, menegaskan komitmen Pemkot untuk terus mendukung IKM. 

Baca Juga: Batik Pesantren 2025: Sejarah Baru di Bandar Lampung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *