Ekonomi » Impor Lampung Turun 14,35% Surplus Perdagangan Cetak Rekor Baru

Impor Lampung Turun 14,35% Surplus Perdagangan Cetak Rekor Baru

oleh
Impor Lampung Turun 14,35% Surplus Perdagangan Cetak Rekor Baru
Statistisi Ahli Muda BPS Provinsi Lampung, M. Sabiel, menyampaikan perkembangan neraca perdagangan impor Provinsi Lampung melalui kanal YouTube BPS Lampung, Senin (2/2/2026). Foto: Tangkapan Layar

DASWATI.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung melaporkan capaian positif pada neraca perdagangan luar negeri provinsi tersebut di penghujung tahun 2025.

Penurunan nilai impor yang cukup signifikan dibarengi dengan performa ekspor yang kuat telah membawa Lampung mencatatkan rekor surplus tertinggi sepanjang tahun.

Statistisi Ahli Muda BPS Provinsi Lampung, M. Sabiel, dalam keterangannya melalui kanal YouTube BPS Lampung pada Senin (2/2/2026), mengungkapkan bahwa nilai impor Provinsi Lampung pada Desember 2025 tercatat sebesar 162,51 juta US Dolar.

Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 14,35% jika dibandingkan dengan nilai impor pada Desember 2024 yang mencapai 189,74 juta US Dolar (year on year).

Secara kumulatif, tren penurunan juga terlihat sepanjang tahun. Total nilai impor Lampung selama periode Januari hingga Desember 2025 terkumpul sebesar 2,07 miliar US Dolar, atau terkoreksi turun sekitar 2,26% dari tahun sebelumnya yang berada di angka 2,12 miliar US Dolar.

Penurunan aktivitas impor ini berdampak langsung pada penguatan neraca perdagangan.

Dengan nilai ekspor yang mencapai 661,98 juta US Dolar pada Desember 2025, Lampung berhasil mengantongi surplus perdagangan sebesar 499,47 juta US Dolar.

Baca Juga: 78,59% Ekspor Lampung 2025 Melalui Pelabuhan Lokal

M. Sabiel menegaskan bahwa angka surplus ini tidak hanya meningkat dari bulan sebelumnya, tetapi juga dinobatkan sebagai nilai surplus tertinggi yang pernah diraih Lampung selama tahun 2025.

“Nilai surplus perdagangan pada bulan Desember 2025 meningkat jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, bahkan surplus ini tercatat sebagai surplus tertinggi selama tahun 2025,” kata dia. 

Melihat lebih dalam pada komposisi impor sepanjang tahun 2025, terdapat tiga negara utama yang menjadi pemasok terbesar bagi Lampung.

Nigeria berada di posisi pertama dengan nilai 354 juta US Dolar (pangsa 17,12%) yang didominasi oleh komoditas bahan bakar mineral.

Posisi kedua ditempati oleh Amerika Serikat sebesar 314,06 juta US Dolar (15,19%) dengan komoditas utama berupa kereta api, trem, dan bagiannya, diikuti oleh Australia di peringkat ketiga senilai 263,6 juta US Dolar (12,75%) dengan impor utama binatang hidup.

Baca Juga: Lampung Kuasai Pasar Unggas Sumatra, Namun Defisit Daging Sapi

Dari sisi komoditas, bahan bakar mineral menjadi barang impor dengan pangsa pasar terbesar, yakni mencapai 832,07 juta US Dolar atau 40,23% dari total impor Lampung.

Komoditas lain yang memberikan kontribusi besar adalah binatang hidup senilai 211,21 juta US Dolar, serta gula dan kembang gula dengan nilai 204,36 juta US Dolar.

Capaian ini menunjukkan bahwa meskipun terdapat penurunan pada aktivitas impor, posisi ekonomi Lampung di pasar internasional justru semakin solid yang tercermin dari dominasi ekspor terhadap impor di neraca perdagangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *