DASWATI.ID – Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, mendukung penuh langkah pemerintah pusat dalam memulihkan ekosistem Taman Nasional Way Kambas (TNWK) melalui kerja sama internasional dengan Kerajaan Inggris.
Kebijakan ini dinilai sebagai solusi konkret untuk menangani konflik berkepanjangan antara gajah dan manusia di wilayah tersebut.
Dukungan tersebut disampaikan Ela pada Jumat (23/1/2026) menyusul komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam menyediakan sumber daya untuk pembangunan infrastruktur pembatas permanen.
Fasilitas ini bertujuan memisahkan kawasan konservasi dengan permukiman warga guna menjaga keamanan lingkungan dan keberlanjutan satwa.
Baca Juga: Presiden Bangun Tanggul TNWK, Gubernur Lampung: Ini Solusi Nyata Konflik Gajah
Kolaborasi Internasional dan Prioritas Nasional
TNWK kini resmi masuk dalam daftar prioritas kerja sama lingkungan antara Indonesia dan Inggris. Hal ini merupakan hasil pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Raja Inggris Charles III di Lancaster House, London.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyatakan bahwa Inggris berkomitmen mendukung pemulihan 57 taman nasional di Indonesia, dengan Way Kambas sebagai salah satu fokus utamanya.
Selain itu, kerja sama ini mencakup pelestarian lahan seluas 90 ribu hektare di Peusangan, Aceh, yang pengelolaannya akan dikaji oleh lembaga konservasi WWF.
Solusi Atas Keterbatasan Anggaran Daerah
Bupati Ela mengungkapkan bahwa campur tangan pemerintah pusat sangat dibutuhkan karena keterbatasan anggaran daerah dalam menangani skala konflik yang besar.
Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur sebelumnya telah berupaya membangun tanggul pembatas di titik rawan, seperti Desa Braja Asri, pada tahun 2025.
“Dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat, kami optimistis penanganan konflik gajah dan manusia di Way Kambas dapat dilakukan lebih efektif dan berkelanjutan,” ujar Ela dalam keterangannya.
Baca Juga: Mitigasi Konflik Gajah Way Kambas Perlu Dukungan Dana Lintas Sektor
Harapan Baru bagi Ekosistem dan Warga
Pembangunan pembatas permanen ini menjadi harapan lama masyarakat di sekitar kawasan TNWK yang sering terdampak konflik satwa.
Selain infrastruktur, pemerintah daerah juga telah mengupayakan bantuan rehabilitasi lahan pertanian, penyediaan sarana penghalauan gajah, hingga pengusulan jalan usaha tani bagi warga.
Masuknya Way Kambas dalam prioritas internasional diharapkan mampu memperkuat perlindungan satwa kunci sekaligus menegaskan peran strategis Indonesia dalam pelestarian lingkungan global.
Penataan kawasan akan terus dilakukan secara seimbang berdasarkan kajian ilmiah untuk memastikan habitat alami tetap terjaga di tengah berbagai ancaman lingkungan.

