Peristiwa » Jejak Langkah Hengki Haryadi: Dari Dili Menuju Bumi Lancang Kuning

Jejak Langkah Hengki Haryadi: Dari Dili Menuju Bumi Lancang Kuning

oleh
Jejak Langkah Hengki Haryadi: Dari Dili Menuju Bumi Lancang Kuning
Brigjen Pol Hengki Haryadi. Foto: Istimewa

DASWATI.ID – Rotasi kepemimpinan di tubuh Polri kembali bergulir sebagai bagian dari penyegaran organisasi dan penguatan pengabdian kepada masyarakat.

Melalui Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2781/XII/KEP/2025 tertanggal 15 Desember 2025, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo resmi menunjuk Brigjen Pol Hengki Haryadi sebagai Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Riau.

Kehadiran sosok perwira reserse yang dikenal tegas ini menandai babak baru dalam perjalanan kariernya yang penuh dedikasi, menggantikan Brigjen Pol Adrianto Jossy Kusumo yang kini mengemban amanah di Kalimantan Timur.

Awal Pengabdian di Tanah Timor dan Lampung

Perjalanan pengabdian Hengki Haryadi di dunia kepolisian dimulai sejak ia lulus dari Akademi Kepolisian (Akpol) pada tahun 1996.

Setahun berselang, ia langsung ditempatkan di medan tugas yang menantang, yakni di Polres Dili pada tahun 1997, saat wilayah tersebut masih menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pengalaman awal di ujung timur nusantara ini membentuk karakter kepemimpinannya sebelum akhirnya ia banyak menghabiskan masa tugas di Polda Lampung.

Di sana, ia mengemban berbagai jabatan strategis, mulai dari Kasat Reskrim Polres Tulang Bawang hingga Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung, yang mengasah kemampuannya dalam mengungkap berbagai tindak kriminalitas di lapangan.

Prinsip “Negara Tidak Boleh Kalah” di Ibu Kota

Dedikasi yang tinggi membawa Hengki ditarik ke Polda Metro Jaya pada tahun 2010, di mana ia menghadapi dinamika kejahatan ibu kota yang jauh lebih kompleks.

Selama bertugas di Jakarta, ia dipercaya memimpin wilayah-wilayah krusial sebagai Kapolsek Metro Gambir, Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, hingga menjadi Kapolres di Jakarta Barat dan Jakarta Pusat.

Nama Hengki Haryadi semakin dikenal luas masyarakat berkat komitmennya yang tanpa kompromi terhadap pemberantasan premanisme.

Saat menjabat sebagai Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, ia memegang teguh prinsip bahwa “Negara tidak boleh kalah oleh premanisme”.

Hal ini ia buktikan melalui tindakan tegas terhadap kelompok-kelompok preman yang meresahkan, termasuk penyelesaian konflik perebutan lahan di kawasan Kalideres.

Prestasi Internasional dan Perlindungan Masyarakat

Rekam jejak Hengki tidak hanya terbatas pada penanganan premanisme.

Ia dikenal sebagai sosok di balik pengungkapan berbagai jaringan narkotika internasional, mulai dari penyelundupan ganja hingga sabu dalam skala besar.

Keberhasilan luar biasa ini bahkan membawa namanya hingga ke kancah global melalui penghargaan dari Drug Enforcement Administration (DEA), badan penegak hukum narkoba Amerika Serikat.

Selain itu, sisi humanis dan profesionalismenya terlihat dalam penanganan kasus-kasus yang menjadi perhatian publik, seperti penegakan hukum pada kasus narkoba figur publik Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie pada 2021.

Ia juga berperan penting dalam membongkar sindikat mafia tanah yang melibatkan oknum pejabat pemerintahan, serta menjaga stabilitas ideologi bangsa dengan menangkap pimpinan organisasi Khilafatul Muslimin di Lampung.

Harapan Baru di Bumi Lancang Kuning

Sebelum akhirnya resmi berpindah tugas ke Riau, Brigjen Pol Hengki Haryadi tercatat menjabat sebagai Penyidik Tindak Pidana Utama Tingkat II Bareskrim Polri.

Kini, dengan segala pengalaman panjang dan prestasinya di bidang penegakan hukum, kehadirannya di Bumi Lancang Kuning diharapkan dapat memberikan dampak signifikan.

Penunjukannya bukan sekadar rotasi jabatan, melainkan sebuah harapan besar untuk memperkuat kinerja kepolisian daerah dan memastikan stabilitas keamanan bagi seluruh masyarakat Riau di masa depan.

Baca Juga: Helmy Santika: Integritas, Empati, dan Penegakan Hukum

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *