Lampung » Jembatan Merah Putih: Penuntas Drama 12 Tahun di Kali Pasir

Jembatan Merah Putih: Penuntas Drama 12 Tahun di Kali Pasir

oleh
Jembatan Merah Putih: Penuntas Drama 12 Tahun di Kali Pasir
Pelajar dan warga menyeberangi sungai menggunakan perahu kecil di Desa Kali Pasir, Kecamatan Way Bungur, Lampung Timur. Foto: Istimewa

DASWATI.ID – Penantian panjang warga Desa Kali Pasir, Kecamatan Way Bungur, Lampung Timur, untuk memiliki akses penyeberangan yang layak segera memasuki babak baru.

Pemerintah memastikan pembangunan Jembatan Gantung Merah Putih sebagai langkah afirmasi untuk mengakhiri drama pembangunan yang terbengkalai sejak 2014 dan sempat terjerat skandal korupsi.

Pembangunan jembatan ini menjadi prioritas utama setelah viralnya video puluhan anak sekolah yang bertaruh nyawa menyeberangi sungai menggunakan rakit atau perahu kecil.

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menginstruksikan penanganan cepat dengan melibatkan lintas instansi, termasuk TNI dari Kodam II/Sriwijaya dan Kementerian Pekerjaan Umum.

“Alhamdulillah, saat ini sudah diprioritaskan lewat Jembatan Merah Putih. Pak Gubernur langsung yang meminta ke Pangdam XXI/Radin Inten,” ungkap Kepala Dinas BMBK (Bina Marga dan Bina Konstruksi) Lampung, M. Taufiqullah, Senin (2/2/2026). 

Jembatan gantung ini ditargetkan rampung pada semester pertama tahun 2026. Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) pun telah dijadwalkan turun ke lapangan untuk melakukan pengukuran teknis sebagai tahap awal konstruksi.

Baca Juga: Garuda di Atas Pekon Umbar: Meniti Titian Harapan Baru

Jejak Kelam: Proyek Mangkrak dan Korupsi Rp2,3 Miliar

Upaya percepatan ini merupakan respons atas sejarah panjang kegagalan proyek yang dimulai pada 2014 silam.

Kala itu, proyek melalui APBD Provinsi Lampung hanya menyisakan satu tiang pancang yang mangkrak selama tujuh tahun.

Harapan warga sempat muncul kembali pada 2022 ketika Pemerintah Kabupaten Lampung Timur mengalokasikan Rp9,2 miliar untuk pembangunan Tahap III.

Namun, proyek tersebut justru berakhir tragis karena dinding penahan tanah roboh sebelum dimanfaatkan.

Hasil audit Kejaksaan Negeri Lampung Timur hingga akhir 2025 mengungkap adanya skandal korupsi yang merugikan negara sebesar Rp2,3 miliar.

Pengerjaan yang tidak sesuai spesifikasi teknis menyebabkan kontraktor CV Usaha Famili dan konsultan pengawas berinisial J ditetapkan sebagai tersangka dalam proyek yang dianggap mubazir tersebut.

Baca Juga: Jembatan Kali Bungur Mangkrak, Warga Lampung Timur Masih Andalkan Perahu Getek

Menuju Konstruksi Permanen dan Pengendalian Banjir

Meskipun Jembatan Gantung Merah Putih hadir sebagai solusi sementara, pemerintah tetap merencanakan pembangunan jembatan permanen dengan standar keselamatan tinggi.

Berdasarkan survei teknis BPJN, rehabilitasi parsial tidak layak dilakukan karena risiko longsor, sehingga jembatan harus dibangun ulang sepenuhnya dari awal.

Pembangunan jembatan permanen ini diperkirakan membutuhkan anggaran antara Rp70 miliar hingga Rp80 miliar untuk menyambung akses bagi warga setempat.

Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, menegaskan bahwa pemerintah kabupaten baru mampu mengalokasikan Rp18,99 miliar, sehingga dukungan pemerintah pusat melalui skema bantuan presiden sangat diperlukan.

Selain jembatan, solusi jangka panjang juga mencakup perbaikan tanggul sungai yang selama ini menjadi penyebab banjir berulang di wilayah Way Bungur dan Purbolinggo.

“Pembangunan permanen nantinya harus didahului dengan feasibility study (FS) dan detailed engineering design (DED) agar konstruksi benar-benar aman dan berkelanjutan,” tutup Bupati Ela. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *