DASWATI.ID – Tim SAR menemukan jasad dua mahasiswi yang hanyut di Sungai Batu Putu di Pulau Pasaran. Arus air bah menyeret korban sejauh 7,64 km dari titik awal.
DALAM ARTIKEL:
Tim SAR gabungan akhirnya menemukan dua mahasiswi yang hanyut terseret air bah di Sungai Batu Putu, Telukbetung Barat, Kota Bandar Lampung.
Petugas menemukan kedua korban, Fatmawati dan Bunga, dalam kondisi meninggal dunia pada Kamis (2/4/2026).
Tim SAR menemukan jasad kedua mahasiswi tersebut di sekitar kawasan Pulau Pasaran, Telukbetung Timur.
Lokasi ini berjarak cukup jauh, yakni sekitar 7,64 kilometer ke arah Timur Tenggara dari titik awal mereka hilang.
Arus air bah yang sangat kuat membawa tubuh kedua korban dari hulu sungai hingga mencapai area pesisir dekat Pulau Pasaran.
Proses Evakuasi dan Identifikasi

Segera setelah penemuan, tim gabungan dari Basarnas, BPBD, dan unsur terkait langsung mengevakuasi kedua jenazah.
Petugas kemudian membawa korban ke RS Bhayangkara untuk menjalani proses autopsi dan identifikasi lebih lanjut.
Setelah seluruh proses medis selesai, jenazah akan segera diserahkan kepada pihak keluarga masing-masing.
Kronologi Tragedi Air Bah
Peristiwa memilukan ini bermula pada Rabu (1/4/2026) siang saat rombongan mahasiswi berwisata ke kawasan Wira Garden.
“Sekitar pukul 13.05 WIB, debit air sungai meningkat drastis secara mendadak akibat hujan deras di wilayah hulu,” tutur Kepala Kantor SAR Lampung yang diwakili oleh Komandan Tim Rescue, Santosa.
Air bah tersebut menyapu empat mahasiswi yang tengah bermain di pinggiran sungai.
Dua rekan korban, Rika Yolanda dan Damayanti, berhasil menyelamatkan diri dari terjangan arus meskipun mengalami trauma berat.
Operasi Pencarian Berakhir
Pencarian skala besar ini melibatkan empat tim penyelamat (SRU) yang menyisir berbagai titik strategis menggunakan perahu karet dan alat deteksi bawah air.
Meski sempat terkendala hujan dan arus deras pada Rabu malam, tim terus bersiaga hingga membuahkan hasil pada Kamis pagi.
Dengan ditemukannya Fatmawati dan Bunga, operasi SAR resmi dinyatakan berakhir.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi cuaca ekstrem saat beraktivitas di aliran sungai.


