DASWATI.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung mencatat performa ekonomi Bumi Ruwa Jurai sepanjang tahun 2025 tumbuh solid sebesar 5,28 persen.
Capaian ini menunjukkan tren penguatan dibandingkan pertumbuhan tahun 2024 yang berada di angka 4,57 persen.
Pencapaian tersebut mengukuhkan posisi Lampung sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi ketiga di Pulau Sumatra, hanya berada di bawah Kepulauan Riau (6,94%) dan Sumatra Selatan (5,35%).
Laju pertumbuhan Lampung juga berhasil melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi Sumatra yang tercatat sebesar 4,81 persen.
Sektor Jasa dan Industri Jadi Motor Penggerak
Dilihat dari sisi produksi, hampir seluruh lapangan usaha mencatatkan rapor hijau.
Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum menjadi mesin pertumbuhan tercepat dengan lonjakan sebesar 7,83 persen. Sektor lain yang turut memacu ekonomi adalah Jasa Lainnya (7,38%), Transportasi dan Pergudangan (7,32%), serta Industri Pengolahan (6,32%).
Meski sektor jasa melesat, struktur ekonomi Lampung tetap bersandar pada sektor tradisional sebagai fondasi utama.
Empat sektor kunci menyumbang 69,67 persen terhadap total Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), dengan rincian sebagai berikut:
- Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan: 26,90%;
- Industri Pengolahan: 19,11%;
- Perdagangan Besar-Eceran dan Reparasi: 14,36%;
- Konstruksi: 9,30%.
Di sisi lain, terdapat dua sektor yang mengalami kontraksi atau penurunan, yakni Pengadaan Listrik dan Gas sebesar 3,05 persen serta Pertambangan dan Penggalian sebesar 1,17 persen.
Ekspor dan Konsumsi Masyarakat Tetap Tangguh
Dari sisi pengeluaran, Ekspor Barang dan Jasa tampil sebagai primadona dengan pertumbuhan tertinggi mencapai 7,20 persen. Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) juga tumbuh kuat di angka 5,28 persen.
Konsumsi Rumah Tangga masih memegang peran krusial sebagai bantalan utama ekonomi dengan kontribusi mencapai 62,61 persen dan pertumbuhan stabil di level 4,94 persen.
Sementara itu, Pengeluaran Konsumsi Pemerintah menjadi satu-satunya komponen yang menyusut tipis 0,13 persen.
Tantangan Musiman di Akhir Tahun
Secara tahunan (y-on-y), ekonomi triwulan IV-2025 tumbuh meyakinkan 5,54 persen, didorong oleh sektor Jasa Keuangan yang melonjak 16,46 persen. Namun, secara kuartalan (q-to-q), terjadi kontraksi sebesar 3,05 persen pada triwulan keempat.
Kepala BPS Provinsi Lampung, Ahmadriswan Nasution, menjelaskan bahwa penurunan ini dipengaruhi oleh siklus alamiah di sektor pangan.
“Kontraksi pada triwulan keempat ini merupakan fenomena musiman yang wajar, mengingat sektor pertanian sebagai penopang utama mengalami penurunan produksi hingga 17,14 persen pasca masa panen raya di triwulan sebelumnya,” jelas Ahmadriswan dalam keterangannya, Kamis (5/2/2026).
Secara keseluruhan, ekonomi Lampung tahun 2025 yang mencapai nilai PDRB Rp523.846,54 miliar (atas dasar harga berlaku) ini memberikan kontribusi signifikan sebesar 9,98 persen terhadap total ekonomi di Pulau Sumatra.
Baca Juga: Lampung Sukses Genjot Produksi Padi & Jagung 2025 Hingga Awal 2026

