DASWATI.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung melaporkan bahwa kinerja perdagangan luar negeri provinsi ini terus menunjukkan tren positif yang signifikan.
Hingga periode November 2025, Lampung berhasil mencatatkan surplus neraca perdagangan sebesar US$386,70 juta, yang menegaskan konsistensi pertumbuhan ekonomi daerah di pasar global.
Pertumbuhan Ekspor yang Pesat
Berdasarkan data yang dirilis secara daring pada Senin (5/1/2026) oleh Statistisi Ahli Muda BPS Provinsi Lampung, Muhammad Sabiel Adi Prakasa, nilai ekspor Lampung pada November 2025 mencapai US$532,61 juta.
Angka ini tumbuh sebesar 7,49 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
“Secara kumulatif, sepanjang Januari hingga November 2025, total nilai ekspor Lampung telah menembus US$5,98 miliar, atau meningkat tajam sebesar 19,07 persen dibandingkan tahun 2024 yang hanya mencapai US$5,02 miliar,” kata Sabiel.
Dominasi Lemak Nabati di Pasar Internasional
Komoditas Lemak dan Minyak Hewan/Nabati mengukuhkan posisinya sebagai “primadona” ekspor Lampung.
Golongan komoditas ini memberikan kontribusi terbesar terhadap total ekspor dengan nilai mencapai US$2.352,04 juta atau menyumbang pangsa pasar sebesar 39,36 persen.
Selain lemak nabati, komoditas unggulan lainnya yang menopang ekspor adalah Kopi, Teh, dan Rempah-rempah (26,44%), serta Bahan Bakar Mineral (11,26%).
Baca Juga: Harga Cabai dan Emas Picu Inflasi Lampung di Desember 2025

Amerika Serikat dan Tiongkok Jadi Tujuan Utama
Kinerja ekspor yang gemilang ini didorong oleh tingginya permintaan dari negara-negara mitra dagang utama, di mana Lemak dan Minyak Hewan/Nabati menjadi komoditas yang paling dicari:
- Amerika Serikat: Menjadi tujuan ekspor terbesar dengan nilai US$926,66 juta (pangsa 15,51%);
- Pakistan: Menempati posisi kedua dengan nilai US$544,13 juta (pangsa 9,11%);
- Tiongkok: Menyusul di posisi ketiga dengan nilai US$536,72 juta (pangsa 8,98%).
Kinerja Impor dan Keseimbangan Perdagangan
Di sisi lain, nilai impor Lampung pada November 2025 tercatat sebesar US$145,91 juta, mengalami kenaikan 25,54 persen secara tahunan.
Namun, secara kumulatif (Januari-November 2025), total impor justru mengalami sedikit penurunan sebesar 1,07 persen menjadi US$1,91 miliar dibandingkan tahun sebelumnya.
Negara asal impor utama Lampung tercatat berasal dari Nigeria (Bahan Bakar Mineral), Amerika Serikat (Kereta Api dan bagiannya), serta Australia (Binatang Hidup).
Keberhasilan Lampung dalam mempertahankan surplus perdagangan ini mencerminkan daya saing produk lokal, khususnya sektor lemak nabati, yang mampu menembus pasar negara-negara maju seperti Amerika Serikat dan Tiongkok secara masif.
Baca Juga: Peluang Emas Investasi di Lampung: Dari Hilirisasi Pertanian hingga Green Hydrogen

