Membangun Ekosistem Data Kolaboratif untuk Kemajuan Lampung

oleh
Membangun Ekosistem Data Kolaboratif untuk Kemajuan Lampung
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal memaparkan capaian pembangunan Provinsi Lampung pada acara Muswil VI PKS, Minggu (24/8/2025). Foto: Josua Napitupulu

DASWATI.ID – Provinsi Lampung menegaskan komitmennya untuk membangun ekosistem data yang lebih cerdas dan kolaboratif sebagai fondasi utama dalam perumusan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran, menuju visi besar Indonesia Emas 2045.

Komitmen ini tercermin dalam penerbitan buku “Data Bicara: Merangkai Fakta Bersama Lampung Maju Menuju Indonesia Emas 2045” oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung pada Jumat (22/8/2025).

Buku ini disusun sebagai panduan reflektif dan analitis bagi para pengambil keputusan di Provinsi Lampung, khususnya Gubernur dan seluruh jajarannya, untuk memahami arah dan dinamika pembangunan daerah secara lebih tajam, terukur, dan berbasis bukti.

Kepala BPS Provinsi Lampung, Ahmadriswan Nasution, menekankan bahwa kebutuhan akan pemahaman yang utuh terhadap data dan indikator strategis menjadi sangat penting di tengah kompleksitas pembangunan daerah.

Pentingnya Data dalam Perumusan Kebijakan Pembangunan

Dikutip dari buku tersebut, Gubernur Lampung menyambut hangat dan memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif BPS ini, menyatakan bahwa ketersediaan data yang akurat, berkualitas, dan mudah diakses adalah landasan utama dalam merumuskan kebijakan yang tepat sasaran.

Buku “Data Bicara” ini tidak hanya menyajikan angka dan statistik, melainkan juga merangkai fakta, membacakan cerita, dan mengungkap arah pembangunan.

Ini termasuk rangkuman tren indikator jangka panjang, keterkaitan antar-data, pemetaan potensi dan tantangan pembangunan daerah, serta insight kebijakan yang krusial bagi para pemangku kepentingan.

Konsep utama yang diusung adalah pentingnya membaca indikator dalam jangka panjang, karena pembangunan merupakan akumulasi proses lintas waktu dan sektor, bukan hasil dari satu kebijakan sesaat.

Dengan melihat tren 10 tahun terakhir, Lampung dapat membaca pola, mengenali tantangan yang berulang, dan mengidentifikasi titik balik penting.

Selain itu, buku ini menyoroti bahwa indikator pembangunan tidak berdiri sendiri, melainkan saling berkaitan dan memengaruhi satu sama lain.

Pemahaman akan keterkaitan ini, seperti dampak kenaikan angka pengangguran terhadap kemiskinan atau pertumbuhan ekonomi terhadap kualitas sumber daya manusia, menjadi kunci kebijakan yang efektif.

Hal ini mendukung tata kelola pembangunan yang berbasis bukti (evidence-based policy) yang menjadi arah dunia saat ini.

Mewujudkan Ekosistem Data yang Cerdas dan Kolaboratif

Salah satu tujuan utama buku ini adalah mendorong terbentuknya ekosistem data yang lebih cerdas dan kolaboratif di Provinsi Lampung. Data tidak boleh hanya menjadi milik satu dinas atau tugas teknokrat semata.

Untuk mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan, diperlukan fondasi data yang kuat, yang merupakan refleksi realitas sebagai dasar pengambilan keputusan.

Ekosistem ini menuntut keterlibatan aktif semua pihak, mulai dari BPS sebagai penyedia data resmi, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dunia usaha, akademisi, hingga masyarakat umum.

  1. Masyarakat diharapkan mendukung penuh petugas BPS di lapangan dan memberikan informasi secara jujur dan akurat dalam sensus dan survei.
  2. OPD diajak untuk memperkuat komitmen dalam menyediakan data administratif yang lengkap, akurat, dan tepat waktu, dengan semangat transparansi dan keterbukaan.
  3. Dunia usaha dan perguruan tinggi juga didorong untuk berkontribusi aktif dalam pengelolaan data statistik, termasuk dalam pengolahan, analisis, dan penyediaan data.
  4. Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota memiliki peran kunci sebagai motor penggerak, dengan menempatkan data sebagai instrumen utama pembangunan dan pengambilan keputusan.

Gubernur Lampung juga mengakui adanya tantangan dalam membangun ekosistem data yang cerdas dan kolaboratif, seperti kesenjangan kapasitas antar-instansi, keterbatasan teknologi, hingga rendahnya literasi data di berbagai tingkatan.

Namun, dengan semangat gotong royong, inovasi, dan komitmen bersama, diyakini Provinsi Lampung akan mampu menjadi contoh dalam pengelolaan data pembangunan yang terintegrasi dan partisipatif.

Arah ke Depan: Budaya Data dan Digitalisasi

Ke depan, BPS Provinsi Lampung mendorong agar hasil analisis data seperti yang termuat dalam buku ini dapat terus dikembangkan melalui dashboard digital, forum diseminasi, dan pelatihan literasi data bagi aparatur maupun masyarakat.

Transformasi digital menjadi bagian penting untuk mempercepat langkah Lampung menuju sistem data yang modern, terbuka, dan mudah diakses.

Lebih dari itu, yang dibutuhkan adalah tumbuhnya budaya data, yaitu kesadaran kolektif bahwa kebijakan dan program pembangunan seharusnya lahir dari pemahaman yang kuat atas realitas yang ditunjukkan oleh data.

Ketika data bicara jujur, pembangunan diharapkan bergerak ke arah yang lebih terang, menciptakan kebijakan yang lebih adil dan berdampak luas bagi seluruh masyarakat Lampung, serta memperkuat fondasi menuju Indonesia Emas 2045.

Baca Juga: Sinergi Data Lampung: Membangun dengan Informasi Akurat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *