Membangun Mahligai Abadi: Bekal BKKBN untuk Keluarga Sejahtera

oleh
Membangun Mahligai Abadi: Bekal BKKBN untuk Keluarga Sejahtera
Sekretaris Utama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, Prof Budi Setiyono. Foto: Josua Napitupulu

DASWATI.IDKementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN secara aktif terus menggalakkan berbagai upaya dalam pengembangan keluarga dan edukasi risiko guna mewujudkan keluarga yang sejahtera di Indonesia.

Inisiatif ini berfokus pada persiapan individu sebelum menikah serta penyediaan solusi dan pendampingan komprehensif bagi keluarga yang telah terbentuk, sebagaimana disampaikan oleh Sekretaris Utama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, Prof Budi Setiyono, kepada Daswati.id di Bandar Lampung pada Kamis (28/8/2025) malam.

Edukasi dan Kesiapan Pra-Pernikahan sebagai Fondasi Awal

BKKBN menekankan betapa krusialnya edukasi dan sosialisasi mengenai rumah tangga serta risiko-risiko yang berpotensi muncul sebelum seseorang memutuskan untuk menikah.

Calon pasangan diimbau untuk menyadari bahwa kondisi seperti belum memiliki pekerjaan, rumah, atau penghasilan tetap dapat menimbulkan berbagai risiko dalam berumah tangga.

Oleh karena itu, perhitungan risiko-risiko ini menjadi sangat penting sebelum memasuki jenjang pernikahan.

Bagi individu yang sangat ingin menikah namun belum memiliki penghasilan, BKKBN menyediakan konseling untuk membantu mereka.

“Setiap orang wajib mengetahui dan mempertimbangkan skala prioritas yang harus dipenuhi agar tidak mengalami ‘lost of control’ setelah menikah, yang berpotensi berujung pada masalah serius seperti anak terlantar, menderita stunting, atau penyakit,” jelas Prof. Budi Setiyono.

Solusi dan Pendampingan Komprehensif Pasca-Pernikahan

Prof. Budi menyampaikan BKKBN tidak hanya berfokus pada persiapan, tapi juga hadir untuk menyediakan jalan keluar dan pendampingan bagi keluarga yang sudah terlanjur menghadapi masalah.

Berbagai layanan pendukung disiapkan, antara lain:

  • Layanan konsultasi secara daring yang didukung oleh psikolog-psikolog BKKBN, yang juga dapat diakses di pusat-pusat konseling fisik;
  • Rencananya, BKKBN akan meluncurkan “super apps” yang dirancang untuk menyediakan layanan berbasis keluarga, membantu dalam membangun dan menyelesaikan masalah rumah tangga;
  • Pendekatan solusi yang diberikan bersifat kustomisasi, yang berarti setiap individu atau keluarga mungkin memerlukan pendekatan yang berbeda sesuai dengan permasalahan spesifik yang mereka hadapi.

“Tentu, di dalam tataran praktis itu tidak mudah. Kami punya psikolog-psikolog yang tersedia secara online, maupun di pusat-pusat konseling yang disediakan oleh BKKBN. Orang bisa bertanya untuk mencari solusi. Walaupun customize, setiap orang solusinya akan bisa berbeda-beda dengan orang yang lain,” ujar Prof. Budi. 

Berbagai Program dan Inisiatif Unggulan BKKBN

Dalam rangka mencapai tujuan keluarga sejahtera, BKKBN mengembangkan beberapa jalur program strategis:

1. Sekolah Peduli Kependudukan

Program ini bertujuan untuk mengajarkan isu-isu kependudukan secara umum kepada sekolah-sekolah di seluruh Indonesia.

2. Akademi Keluarga

Sebuah inisiatif untuk mendukung pendidikan dalam berbagai aspek pembangunan keluarga secara holistik.

Program ini meliputi panduan dalam membangun rumah tangga, tata kelola keuangan, perencanaan masa hamil dan proses kelahiran anak, serta pendampingan sepanjang siklus 1000 hari pertama kehidupan, tahapan usia balita, anak-anak, remaja, dewasa, hingga lansia.

“Pengembangan akademi ini nantinya akan berbasis pada aplikasi digital “super apps” yang saat ini masih dalam tahap penyusunan,” tambah Prof. Budi.

3. Pengembangan Kebijakan Spesifik

Prof. Budi mengatakan BKKBN juga sedang menghimpun berbagai permasalahan spesifik untuk merancang kebijakan yang difokuskan pada penanganan anak-anak terlantar.

Kasus-kasus yang menjadi perhatian seperti anak yang lahir dari hubungan tidak sah oleh pekerja migran kemudian ditelantarkan atau dititipkan di panti, anak-anak korban kekerasan orang tua, anak-anak yang orang tuanya bercerai, serta anak-anak yang hidup di jalanan.

“Kami sedang merancang bangun kebijakan yang spesifik bagi anak-anak seperti ini,” pungkas Prof. Budi.

Melalui berbagai program dan inisiatif ini, BKKBN berkomitmen penuh untuk menjadi bekal dan pendamping bagi setiap keluarga di Indonesia, memastikan mereka memiliki fondasi yang kuat untuk membangun mahligai yang abadi dan mencapai kesejahteraan yang berkelanjutan.

Baca Juga: Peran Kemendukbangga/BKKBN: Dari Seribu Hari Pertama ke Indonesia Emas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *