Menkeu: Belanja APBN untuk Kapal Domestik Masih Rendah

oleh
KMP Dalom 1 Resmi Berlayar di Lintas Sumatra–Jawa
Pemprov Lampung meluncurkan Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Dalom 1 di Dermaga Eksekutif Bakauheni, Lampung Selatan, pada Jum’at (14/11/2025). Foto: Istimewa

DASWATI.IDMenteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti masih rendahnya pemanfaatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk mendukung industri galangan kapal nasional.

Padahal, pemerintah telah menyiapkan dana besar guna mendorong pertumbuhan ekonomi melalui sektor manufaktur ini.

Dalam Focus Group Discussion (FGD) KADIN Indonesia di Jakarta, Selasa (10/2/2026), Menkeu mengungkapkan keprihatinannya terhadap pengadaan kapal negara yang justru belum terserap optimal oleh industri domestik.

Menurut dia, belanja pemerintah seharusnya menjadi mesin penggerak bagi pengrajin kapal lokal.

“Uangnya itu saya anggarin kok. Saya perlu uang keluar cepat awal tahun supaya ekonomi tumbuh makin cepat. Salah satu yang saya lihat kita punya kemampuan tapi underutilized karena tidak beri kesempatan adalah industri galangan kapal,” tegas Menkeu.

Potensi SDM yang Terpinggirkan

Menkeu menilai Indonesia memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang sangat mumpuni dan ahli di bidang perkapalan.

Sayangnya, potensi besar tersebut terhambat oleh kebijakan yang belum sepenuhnya berpihak pada produksi dalam negeri, seperti masih luasnya ruang bagi impor kapal bekas.

Kondisi ini membuat industri galangan kapal sulit berkembang karena minimnya pesanan atau order dari dalam negeri sendiri.

Menkeu: Belanja APBN untuk Kapal Domestik Masih Rendah
Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa (kanan), dalam Focus Group Discussion (FGD) KADIN Indonesia di Jakarta, Selasa (10/2/2026). Dokumentasi Kementerian Keuangan

Ia menyayangkan predikat Indonesia sebagai negara maritim besar namun justru lebih memilih membeli kapal dari luar negeri.

“Saya baru tahu orang kita jago, cuma nggak dikasih kesempatan sama kita sendiri. Jadi orang kita yang mampu-mampu itu nggak dapat order karena kebijakan kita sendiri,” ujar Purbaya.

Mengamankan Permintaan Domestik

Pemerintah mencatat tantangan besar sekaligus peluang dalam peremajaan armada. Saat ini, terdapat lebih dari 2.491 kapal di Indonesia yang telah berusia di atas 25 tahun dan membutuhkan penggantian.

Menkeu menekankan bahwa permintaan domestik yang besar ini harus diamankan untuk industri nasional guna meningkatkan daya saing global. Jika permintaan dalam negeri bisa diprioritaskan bagi produsen lokal, maka industri galangan kapal diyakini akan bangkit kembali.

Sebagai langkah konkret, Kementerian Keuangan mendorong kolaborasi antara pemerintah, KADIN, dan pelaku industri untuk menyusun peta jalan (roadmap) yang jelas.

Langkah ini untuk memastikan setiap Rupiah dari belanja negara memberikan dampak nyata bagi penguatan manufaktur nasional.

“Ayo kita sama-sama bangun industri galangan kapal dalam negeri supaya industri ini benar-benar bangkit,” pungkas Purbaya.

Baca Juga: KMP Dalom 1 Resmi Berlayar di Lintas Sumatra–Jawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *