Nasional » Mobilitas Lebaran 2026 Capai 147,55 Juta Pergerakan Orang

Mobilitas Lebaran 2026 Capai 147,55 Juta Pergerakan Orang

oleh
Mobilitas Lebaran 2026 Capai 147,55 Juta Pergerakan Orang
Macet saat arus balik Lebaran 2026 di Jalan Lintas Timur Sumatra, Bandar Durian, Kecamatan Aek Natas, Labuhanbatu Utara, Sumatra Utara, pada Sabtu (28/3/2026) pagi. Foto: Josua Napitupulu

DASWATI.ID – Kemenhub mencatat angka kecelakaan Lebaran 2026 turun 6,31% dan fatalitas merosot 31,19% di tengah lonjakan mobilitas 147,55 juta orang yang melampaui proyeksi awal.

Kementerian Perhubungan mencatat total pergerakan masyarakat selama masa mudik dan arus balik Lebaran 2026 mencapai 147,55 juta orang.

Angka ini melampaui proyeksi awal sebesar 143,92 juta orang, atau mengalami kenaikan sebesar 2,53 persen.

Peningkatan ini menunjukkan tingginya antusiasme warga untuk merayakan hari raya di kampung halaman.

Kenaikan Pengguna Angkutan Umum

Seiring dengan tingginya mobilitas, jumlah penumpang angkutan umum juga melonjak hingga 23,54 juta orang.

Jumlah tersebut naik signifikan sebesar 10,87 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Seluruh moda transportasi umum mencatatkan pertumbuhan penumpang yang positif di tahun ini.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi merinci bahwa moda penyeberangan mengalami lonjakan tertinggi mencapai 15,36 persen.

Diikuti oleh angkutan jalan yang tumbuh 11,64 persen, kereta api sebesar 10,13 persen, angkutan laut 9,86 persen, serta transportasi udara yang meningkat 6,97 persen.

Angka Kecelakaan Menurun

Mobilitas Lebaran 2026 Capai 147,55 Juta Pergerakan Orang
Sumber Data: Kementerian Perhubungan

Meskipun jumlah pemudik meningkat, tingkat keselamatan di jalan raya justru menunjukkan perbaikan.

Data dari Korlantas Polri mencatat terdapat 3.517 kejadian kecelakaan selama periode posko Lebaran 2026.

“Jumlah kejadian tersebut mengalami penurunan sebesar 6,31 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Dudy dalam keterangannya saat penutupan Posko di Jakarta, Senin (30/3/2026).

Penurunan Korban Jiwa

Kabar baik juga datang dari data fatalitas kecelakaan yang menurun cukup tajam.

Jumlah korban meninggal dunia tercatat turun 31,19 persen, sementara korban luka berat berkurang 13,80 persen dibandingkan tahun lalu.

Penurunan angka ini menjadi bukti bahwa sinergi antarinstansi dalam mengatur lalu lintas berjalan cukup efektif.

Pemerintah tetap berkomitmen menjadikan data ini sebagai bahan evaluasi demi meningkatkan standar keamanan di masa depan.

Dudy menegaskan pentingnya menjaga fokus pada aspek keamanan setiap tahunnya.

“Saya ingin menekankan kembali bahwa keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap penyelenggaraan transportasi,” tegas Dudy.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *