DASWATI.ID – Sembilan juta pemudik memadati angkutan umum hingga H-2 Lebaran 2026. Angka ini naik 10,79% dengan moda penyeberangan mendominasi puncak arus mudik pada H-3.
DALAM ARTIKEL:
Jumlah pemudik yang menggunakan angkutan umum pada Lebaran 2026 mengalami kenaikan signifikan.
Data Posko Pusat Angkutan Lebaran menunjukkan total penumpang mencapai 9.047.233 orang dari H-8 hingga H-2, atau naik 10,79% dibandingkan tahun 2025.
Peningkatan ini terjadi beriringan dengan semakin baiknya konektivitas dan integrasi layanan transportasi nasional.
Puncak Arus Mudik Tersebar Merata
Masyarakat memadati berbagai moda transportasi secara bersamaan pada puncak arus mudik, Rabu, 18 Maret 2026 (H-3).
Angkutan penyeberangan mencatat angka tertinggi dengan 403.883 penumpang, disusul kereta api sebanyak 401.238 penumpang.

Sementara itu, pesawat terbang mengangkut 311.836 orang, dan bus atau travel melayani 232.016 penumpang pada hari yang sama.
Khusus untuk angkutan laut, puncak pergerakan sudah terjadi lebih awal pada H-6 dengan 105.936 penumpang.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan, Ernita Titis Dewi, menjelaskan bahwa tren ini menunjukkan masyarakat kini memanfaatkan banyak pilihan transportasi.
“Puncak arus mudik pada H-3 terjadi hampir di seluruh moda transportasi. Hal ini menunjukkan bahwa mobilitas masyarakat semakin tersebar dan tidak terfokus pada satu moda saja,” ujar Titis dalam keterangannya, Jumat (20/3/2026).
Kenaikan Penumpang di Semua Jenis Transportasi
Hampir seluruh jenis angkutan umum mencatat pertumbuhan positif dibandingkan tahun lalu.
Angkutan penyeberangan memimpin lonjakan dengan kenaikan 15,54% atau total 2.259.469 penumpang.
Kereta api juga mencatatkan pertumbuhan besar sebesar 14,05% dengan total 2,6 juta penumpang.
Angkutan darat naik 8,18%, angkutan laut naik 6,48%, dan angkutan udara mengalami peningkatan sebesar 5,18%.
Peningkatan jumlah penumpang ini diikuti pula oleh tingginya volume kendaraan pribadi di jalan tol.

Sejak H-8 sampai H-2, tercatat 1.383.338 kendaraan keluar dari Jakarta, naik 5,27% dari tahun sebelumnya.
Sebaliknya, kendaraan yang masuk ke Jakarta berjumlah 917.512 unit, yang berarti melonjak 11,39%.
Komitmen Keselamatan dan Kelancaran
Pemerintah bekerja keras menjaga kelancaran perjalanan dengan memantau 1.560 titik simpul transportasi, termasuk terminal, pelabuhan, stasiun, dan bandara.
Langkah antisipasi terus dilakukan untuk memastikan sarana dan prasarana siap menghadapi lonjakan penumpang.
Titis menegaskan komitmen pemerintah dalam melayani pemudik tahun ini.
“Pemerintah terus memastikan kesiapan sarana dan prasarana transportasi serta penguatan koordinasi lintas sektor. Keselamatan dan kenyamanan pengguna jasa tetap menjadi prioritas utama,” ujar Titis.
Kementerian Perhubungan juga meminta masyarakat untuk selalu mematuhi aturan keselamatan dan mengecek jadwal perjalanan agar terhindar dari kepadatan di titik-titik tertentu.

