Polda Lampung Siapkan Strategi Hadapi Puncak Arus Balik Lebaran 2025

oleh
Pesan Kapolda Lampung ke Pemilir: nenek moyang kita pelaut, bukan pembalap
Kapolda Lampung Irjen Pol Helmy Santika. Foto: Istimewa

DASWATI.IDPolda Lampung siapkan strategi hadapi puncak arus balik Lebaran yang diprediksi terjadi pada tanggal 5-7 April 2025.

Kapolda Lampung Irjen Pol Helmy Santika melaporkan adanya peningkatan jumlah kendaraan pada H+1 hingga H+3 Lebaran 2025 di wilayah Lampung.

Meski demikian, lonjakan tersebut masih dalam batas normal dan belum melebihi ambang batas yang telah ditetapkan oleh Polda Lampung.

Sejak H-10 Idulfitri hingga 2 April 2025, tercatat sebanyak 933.804 kendaraan telah menyeberang dari Pulau Jawa menuju Sumatera, dengan puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 5-7 April 2025.

Baca Juga: Kabaharkam Polri: Prioritaskan Kelancaran Arus Pemilir di Pelabuhan Bakauheni

Untuk mengantisipasi puncak arus balik, Polda Lampung telah menyiapkan sejumlah strategi.

“Kami memiliki langkah-langkah untuk mencegah penumpukan kendaraan, terutama di jalur menuju Pelabuhan Bakauheni,” ujar Helmy di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, Kamis (3/4/2025).

Salah satu strategi utama adalah menjadikan rest area sebagai buffer zone untuk menampung kendaraan jika terjadi antrean panjang kendaraan.

Di rest area tersebut, Polda juga melakukan skrining tiket agar hanya kendaraan yang sudah memiliki tiket yang dapat masuk ke pelabuhan.

Helmy menjelaskan, Polda Lampung menerapkan sistem kode warna untuk mengatur lalu lintas.

Jika antrean mencapai KM 4 Tol menuju gerbang pelabuhan, maka diberlakukan kode Kuning dengan menerapkan delay system.

Dalam kondisi ini, buffer zone di jalan tol dan arteri seperti Lintas Barat, Lintas Tengah, dan Lintas Timur Sumatera akan diaktifkan untuk menahan laju kendaraan.

Kabaharkam Polri: Prioritaskan Kelancaran Arus Pemilir di Pelabuhan Bakauheni
Kapolda Lampung Irjen Pol Helmy Santika (tengah) dan Kapolres Lampung Selatan AKBP Yusriandi Yusrin (kiri) mendampingi Kabaharkam Polri Komjen Pol Mohammad Fadil Imran (kanan) saat meninjau pemilir di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, Kamis (3/4/2025). Foto: Istimewa

Namun, jika antrean melewati KM 4, maka kode Merah diberlakukan, dan delay system akan ditutup.

“Saat ini, kondisi masih kode Hijau, artinya lalu lintas masih terkendali,” kata Helmy.

Sebanyak lima rest area telah disiapkan di ruas tol menuju Pelabuhan Bakauheni, yang mampu menampung 1.500 hingga 2.000 kendaraan saat kode Merah.

Di jalan arteri, beberapa titik buffer zone juga disiapkan, seperti GOR Way Handak di Lampung Selatan untuk Lintas Tengah dan Timur Sumatera, Rumah Makan Tiga Saudara, serta tempat umum lainnya, dengan kapasitas hingga 1.000 kendaraan.

Sementara itu, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) dan KSOP telah menyiagakan kapal penyeberangan di tiga dermaga untuk mengatasi potensi penumpukan.

“Untuk kendaraan truk, sejak pukul 12.00 WIB hari ini, telah diarahkan ke Pelabuhan Wika Beton,” pungkas Helmy. 

Baca Juga: Polres Lampung Selatan Siapkan Pengamanan dan Rekayasa Lalin Arus Balik Lebaran 2025 

Polda Lampung siapkan strategi hadapi puncak arus balik Lebaran 2025.

Strategi ini sejalan dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, yang mengatur Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas untuk menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas.

Berdasarkan Pasal 96 UU tersebut, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia bertanggung jawab atas pelaksanaan rekayasa lalu lintas, salah satunya melalui delay system.

Sistem ini bertujuan memperlambat laju kendaraan sebelum memasuki area tertentu agar tidak terjadi penumpukan yang dapat mengganggu kelancaran arus balik.

Polda Lampung optimistis dapat menjaga kelancaran arus balik Lebaran 2025, khususnya di jalur menuju Pelabuhan Bakauheni.

Masyarakat diimbau untuk mematuhi pengaturan lalu lintas demi perjalanan yang aman dan nyaman.

Baca Juga: Pesan Kapolda Lampung ke Pemilir: nenek moyang kita pelaut, bukan pembalap 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *