DASWATI.ID — Inisiatif Lampung Sehat (ILS) menggelar Rapat Besar ILS Tahun 2026 di Payungi, Kota Metro, Sabtu (10/1/2026).
Forum strategis ini diselenggarakan sebagai momentum untuk memperkuat sinergi lintas sektor guna mengatasi berbagai tantangan di bidang kesehatan, lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat di Provinsi Lampung.
Selain menjadi wadah evaluasi program kerja tahun 2025, pertemuan ini juga difokuskan pada penyusunan arah kebijakan dan program kerja untuk tahun 2026.
Salah satu tonggak penting dalam kegiatan ini adalah penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara ILS dan Universitas Wira Buana.
Kerja sama ini mencakup komitmen dalam mendukung pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi, yang meliputi penelitian kolaboratif, pengabdian kepada masyarakat, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan sumber daya manusia.
Pimpinan Universitas Wira Buana, Hilmatul Khairiyah, menyatakan kerja sama tersebut memberikan ruang pembelajaran nyata bagi mahasiswa, khususnya dari Program Studi Manajemen Ekonomi yang terlibat aktif sebagai pendamping program di ILS.
“Kerja sama ini menjadi ruang pembelajaran nyata bagi mahasiswa sekaligus bentuk kontribusi kampus dalam mendukung program kesehatan dan pemberdayaan masyarakat,” ujar dia.
Sementara itu, Direktur ILS, Sudiyanto, dalam paparannya menjelaskan bahwa gerakan ILS saat ini bertumpu pada empat fokus utama: kesehatan, kesejahteraan ekonomi, lingkungan, dan ketangguhan bencana.
Di sektor kesehatan, ILS menunjukkan capaian signifikan dalam penanggulangan Tuberkulosis (TBC) dengan telah mengedukasi 269.220 orang dan mendampingi 23.571 pasien di 11 kabupaten/kota.
“Ke depannya, ILS menargetkan perluasan jangkauan hingga ke 15 kabupaten/kota di seluruh Lampung, termasuk memperkuat program Kampung Tangguh TBC dan Desa Bebas TBC,” kata Sudiyanto.
Baca Juga: ILS Membangun Ketangguhan Melawan TBC dari Desa
Selain isu kesehatan, ILS juga menginisiasi program ekonomi sirkular melalui program Resaku di Gunungsulah (Bandar Lampung) untuk pengelolaan sampah dan mitigasi banjir, serta gerakan Sayangi Bumi yang melibatkan generasi muda dalam pengurangan sampah plastik.
Baca Juga: RESAKU: Recycle Sakai Sambayan Merawat Bumi dari Popok Bekas
Wali Kota Metro, yang diwakili oleh Kepala Dinas Kesehatan Dr. Eko Hendri Saputro, dalam sambutan pembukaannya menekankan bahwa tantangan kesehatan dan lingkungan yang kompleks di tahun 2026 memerlukan inovasi serta kolaborasi kuat dari pemerintah, akademisi, pihak swasta, hingga masyarakat luas.
Rapat besar ini ditutup dengan sesi penguatan kapasitas organisasi yang disampaikan oleh Founder Payungi, Dharma Setiawan.
Ia menekankan bahwa kemandirian ekonomi masyarakat dan penguatan kapasitas internal merupakan fondasi utama bagi keberlanjutan gerakan sosial seperti yang dilakukan oleh ILS.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan tercipta dampak positif yang lebih luas bagi kesejahteraan masyarakat Lampung secara berkelanjutan.

