Bandar Lampung » Banjir Bandar Lampung: Warga Apresiasi Respons Cepat Pemkot, Mahasiswa Tuntut Solusi

Banjir Bandar Lampung: Warga Apresiasi Respons Cepat Pemkot, Mahasiswa Tuntut Solusi

oleh
Banjir Bandar Lampung: Warga Apresiasi Respons Cepat Pemkot, Mahasiswa Tuntut Solusi
Aliansi Masyarakat Panjang Bersatu menggelar aksi mendukung respons cepat Pemerintah Kota Bandar Lampung pada masa tanggap darurat, Senin (28/4/2025). Foto: Istimewa

DASWATI.ID – Banjir di Bandar Lampung menuai respons dari masyarakat dan sejumlah aktivis mahasiswa pada Senin (28/4/2025).

Sejumlah aktivis dan mahasiswa kembali menuntut solusi konkret dari Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana untuk mencegah terulangnya banjir.

Ini merupakan aksi keempat sejak demonstrasi pertama pada Rabu (23/4/2025) di depan Kantor Pemerintah Kota Bandar Lampung.

Baca Juga: Hujan Momok Warga Bandar Lampung

Sementara itu, di Kecamatan Panjang, Aliansi Masyarakat Panjang Bersatu menggelar aksi tandingan sebagai bentuk dukungan terhadap penanganan banjir oleh pemkot.

Mereka melakukan aksi jalan kaki dari titik kumpul di eks Terminal Panjang menuju Kantor Kelurahan Panjang Selatan.

Tokoh masyarakat setempat, Musabaqah, menyatakan aksi mereka untuk menepis pernyataan segelintir orang yang mengatasnamakan warga Panjang bahwa pemerintah tidak turun ke lapangan.

“Kenyataannya, Bunda Eva langsung turun dan menggerakkan seluruh jajarannya untuk membersihkan lumpur serta menyediakan air bersih,” ujar dia.

Banjir Bandar Lampung: Warga Apresiasi Respons Cepat Pemkot, Mahasiswa Tuntut Solusi
Sejumlah mahasiswa dan aktivis kembali menggelar aksi menuntut solusi konkret Wali Kota Eva Dwiana atasi banjir, Kantor Pemerintah Kota Bandar Lampung, Senin (28/4/2025). Foto: Josua Napitupulu

Musabaqah juga mengapresiasi peran TNI/Polri dalam penanganan banjir.

“Kondisi kini sudah normal, dan kami berharap penanganan bencana terus ditingkatkan karena respons kali ini lebih baik dari sebelumnya,” jelas dia.   

BPBD Provinsi Lampung mencatat banjir beruntun dimulai pada 17 Januari 2025, ketika banjir melanda 16 kecamatan, merendam 14.160 rumah, mengganggu 11.223 jiwa, dan menewaskan dua orang.

Banjir kedua pada 21 Februari 2025 memperparah kondisi dengan tiga korban jiwa, 9.425 rumah terendam, dan 30.935 warga terdampak, disertai kerusakan infrastruktur.

Meski banjir 2 Maret 2025 tidak memakan korban jiwa, ratusan warga harus dievakuasi.

Tragedi banjir kembali terjadi pada 21 April 2025, ketika banjir bandang di Panjang Utara merenggut tiga nyawa.

Baca Juga: Parpol Pengusung Eva Dwiana Diminta Ikut Atasi Banjir

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *