Lampung » IKMAPAL Gelar PAB 2025: Cetak Generasi Papua Tangguh dan Berintegritas di Tanah Rantau

IKMAPAL Gelar PAB 2025: Cetak Generasi Papua Tangguh dan Berintegritas di Tanah Rantau

oleh
IKMAPAL Gelar PAB 2025: Cetak Generasi Papua Tangguh dan Berintegritas di Tanah Rantau
IKMAPAL sukses menyelenggarakan kegiatan Penerimaan Anggota Baru 2025 di Saung Sekar, Natar, pada 7-9 November 2025. Dokumentasi IKMAPAL

DASWATI.ID — Ikatan Mahasiswa Papua Lampung (IKMAPAL) telah sukses menyelenggarakan kegiatan Penerimaan Anggota Baru (PAB) 2025 yang berlangsung di Saung Sekar, Natar, pada tanggal 7 hingga 9 November 2025.

Kegiatan ini ditekankan bukan sekadar agenda tahunan, melainkan merupakan proses kaderisasi yang bermakna dan penuh nilai ideologis bagi mahasiswa Papua yang sedang menempuh pendidikan di perantauan, khususnya di Provinsi Lampung.

Mengusung tema “Membangun Generasi yang Tangguh dan Berintegritas,” IKMAPAL menegaskan pentingnya pembentukan karakter, tanggung jawab sosial, serta kesadaran kolektif di kalangan mahasiswa Papua.

Melalui PAB, organisasi ini berupaya menanamkan nilai dasar solidaritas, integritas, dan loyalitas sebagai pondasi perjuangan, baik di dunia kampus maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

Tujuan Pembentukan Karakter dan Kontribusi Nyata

Ketua IKMAPAL, Deserius Magai, dalam sambutannya menekankan bahwa tema yang diusung mengandung makna mendalam bagi perjalanan mahasiswa Papua di Lampung.

Ia menyatakan bahwa penerimaan anggota baru ini merupakan momentum penting untuk mempererat tali persaudaraan di antara mahasiswa Papua yang berada di Lampung.

“Penerimaan anggota baru bukan hanya sekadar tradisi organisasi, tetapi juga langkah awal dalam membentuk karakter generasi muda Papua yang siap berperan aktif di lingkungan kampus maupun masyarakat,” ujar Deserius dalam keterangannya, Selasa (11/11/2025).

Deserius menjelaskan bahwa tema ‘Membangun Generasi yang Tangguh dan Berintegritas’ mencerminkan harapan agar setiap anggota IKMAPAL memiliki keteguhan dalam menghadapi tantangan.

Ia merincikan bahwa tangguh berarti mampu berdiri kokoh di tengah segala rintangan, sementara integritas menjadi fondasi moral dalam setiap tindakan dan keputusan.

“Saya mengajak seluruh anggota untuk terus belajar, berproses, dan tumbuh bersama dalam semangat persaudaraan,” tambah Deserius.

Dia berharap IKMAPAL dapat dijadikan ruang untuk membangun diri, memperkuat karakter, dan berkontribusi nyata bagi kemajuan masyarakat Papua serta Indonesia secara keseluruhan.

Materi Pembinaan dan Wadah Solidaritas

Kegiatan PAB 2025 ini diisi dengan berbagai sesi pembinaan, diskusi, dan pengenalan organisasi.

Salah satu pemaparan penting adalah mengenai Komunitas Mahasiswa Papua Se-Sumatra (KOMPASS), yang merupakan wadah besar yang menaungi IKMAPAL bersama dengan 11 organisasi mahasiswa Papua lainnya di Sumatra.

Antusiasme peserta tercermin dari kesan yang dibagikan oleh Abu Wanimbo.

Ia mengungkapkan rasa senang dan bangganya menjadi bagian dari IKMAPAL.

“Awalnya saya kira di Lampung tidak ada orang Papua. Tapi setelah ikut PAB, saya menemukan banyak senior dan teman baru,” ungkapnya penuh haru.

Melalui kegiatan ini, IKMAPAL menegaskan kembali perannya sebagai wadah pembinaan dan penguatan kapasitas mahasiswa Papua di perantauan.

Organisasi ini berkomitmen mendorong lahirnya generasi muda Papua yang berdaya saing, berpikir kritis, berjiwa solidaritas tinggi, serta memiliki semangat juang untuk membangun tanah kelahiran.

Pengurus IKMAPAL menyampaikan pesan reflektif di akhir kegiatan: “Kami bukan hanya belajar untuk diri sendiri, tetapi untuk tanah dan masyarakat yang melahirkan kami. IKMAPAL adalah rumah perjuangan, tempat kami tumbuh menjadi manusia Papua yang berintegritas dan berdaya.”

Dengan selesainya PAB 2025, IKMAPAL meneguhkan kembali komitmennya untuk terus menjadi rumah perjuangan intelektual dan solidaritas mahasiswa Papua di Lampung, yang siap melangkah bersama menuju masa depan yang adil, bermartabat, dan berdaya.

Deserius Magai juga menyampaikan terima kasih kepada panitia pelaksana, senior, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini, dengan harapan lahirnya generasi penerus yang siap menjadi pemimpin masa depan yang membawa perubahan positif bagi tanah Papua.

Baca Juga: Kurikulum Merdeka: Memerdekakan atau Menyeragamkan?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *