DASWATI.ID – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) mulai menunjukkan taringnya sebagai pemain besar di pasar modal Indonesia.
Melalui lini Investment Management, lembaga ini secara rutin menyuntikkan modal ke bursa saham sejak akhir Desember 2025 guna menjaga stabilitas dan nilai investasi nasional.
Langkah masif ini bertujuan memberikan sinyal positif bagi pasar sekaligus memposisikan pemerintah sebagai partisipan aktif dalam ekosistem finansial.
Baca Juga: Reformasi Pasar Modal Indonesia Menuju Standar Global MSCI
Fokus Pendanaan Domestik dan Injeksi Modal
Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, mengungkapkan komitmen besar lembaga ini untuk memprioritaskan ekonomi dalam negeri.
Pada tahun 2026, Danantara berencana mengalokasikan sekitar 50 persen dari total pendanaannya ke pasar modal domestik.
“Kami adalah partisipan aktif di pasar. Kami melihat ada nilai yang sangat baik dalam ekonomi Indonesia yang berjalan dengan baik,” jelas Pandu dalam keterangannya terkait alasan keberpihakan pada bisnis dalam negeri, Minggu (1/2/2026).
Kehadiran Danantara sebagai investor institusi yang agresif diharapkan mampu menopang Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan meredam kekhawatiran pasar pasca-gejolak ekonomi.
Baca Juga: OJK Jamin Kelancaran Pengawasan Lewat Penunjukan Pejabat Baru
Strategi Investasi dan Kriteria Ketat
Dalam enam bulan ke depan, Danantara menerapkan strategi investasi tidak langsung dengan menunjuk sejumlah Manajer Investasi (MI) profesional.
Hal ini bertujuan untuk menjaga profesionalisme sekaligus memicu minat pemain pasar lainnya (crowd in) agar ikut aktif bertransaksi.
Meski agresif, Danantara memberikan mandat yang sangat ketat terkait pemilihan aset. Terdapat tiga syarat utama bagi saham yang dibidik:
- Likuiditas tinggi untuk memudahkan transaksi;
- Fundamental bisnis yang sehat;
- Pertumbuhan (growth) dan arus kas (cash flow) yang kuat demi menjaga akuntabilitas pengelolaan dana.
Transformasi Melalui Kepemilikan Bursa
Selain sebagai investor, Danantara membidik peran strategis dengan berencana masuk sebagai pemegang saham Bursa Efek Indonesia (BEI).
CEO Danantara sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, menyatakan bahwa langkah ini akan dilakukan segera setelah proses demutualisasi bursa rampung.
Investasi pada kepemilikan bursa ini untuk mendorong perbaikan tata kelola dan keterbukaan di pasar modal nasional.
Rosan menegaskan bahwa Danantara dapat masuk secara langsung tanpa melalui perusahaan sekuritas perantara.
Tidak hanya Danantara, peluang kepemilikan saham BEI juga akan dibuka bagi institusi keuangan global guna menciptakan ekosistem pasar modal yang lebih kompetitif dan berstandar dunia.

