Gizi untuk Raga, Semangat untuk Jiwa: Refleksi MBG di SMAN 1 Bandar Lampung

oleh
Gizi untuk Raga, Semangat untuk Jiwa: Refleksi MBG di SMAN 1 Bandar Lampung
Siswa SMAN 1 Bandar Lampung penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (13/8/2025). Foto: Josua Napitupulu

DASWATI.ID – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMAN 1 Bandar Lampung membawa dampak positif yang signifikan, tidak hanya dalam memenuhi asupan gizi siswa, tetapi juga meningkatkan semangat belajar dan menanamkan nilai-nilai luhur.

Diluncurkan pertama kali pada 17 Februari 2025, program ini berhasil diimplementasikan di tingkat SMA.

Wakil Kepala SMAN 1 Bandar Lampung Bidang Kesiswaan, Nani Suryani, menjelaskan bahwa MBG pertama kali diluncurkan di SMAN 1 Bandar Lampung dengan melayani 856 siswa pada tahap awal, dan kini mencakup 895 siswa yang terdaftar.

“Penerima manfaat MBG bervariasi sesuai jumlah siswa yang sekolah karena pada waktu itu Kelas XII itu ujian sekolah, otomatis Kelas X dan Kelas XI di rumah. Setelah ujian sekolah, hanya beberapa siswa yang aktif, sehingga sesuai dengan kebutuhan kami minta MBG-nya,” kata dia di Bandar Lampung, Rabu (13/8/2025).

Nani menuturkan pelaksanaan program MBG di SMAN 1 Bandar Lampung terorganisir dengan sangat baik, melibatkan penanggung jawab harian dari guru dan siswa untuk mengelola penerimaan makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berlokasi dekat di Enggal.

“Untuk distribusi makanan ke kelas juga sudah ada petugas dari masing-masing kelas yang bertanggung jawab terhadap jumlah penerima manfaat MBG di kelas tersebut,” ujar dia.

Hingga saat ini, tidak ada kendala signifikan yang dilaporkan, dan semua menu yang disediakan telah memenuhi standar kelayakan konsumsi.

“Alhamdulillah, sejauh ini, belum ada kejadian khusus, semua menunya layak konsumsi,” tambah Nani.

Dampak positif MBG juga meluas ke aspek lain di luar gizi.

Dengan adanya subsidi makanan berat, siswa dapat menghemat pengeluaran, sementara pihak sekolah memastikan seluruh makanan habis dikonsumsi.

“Kami memastikan semua makanan habis. Apalagi kebutuhan makan setiap siswa itukan berbeda-beda, jadi mereka terkadang saling subsidi, di mana teman-temannya yang aktivitasnya banyak dan merasa kekurangan, mereka kasih ke temannya sehingga habis. Apalagi menu makanannya sesuai dengan selera anak-anak, jadi ya habis,” ungkap dia.

Siswa dengan kebutuhan energi lebih tinggi sering kali saling berbagi makanan dengan teman-teman, menumbuhkan semangat gotong royong dan tanggung jawab melalui proses pendistribusian makanan di kelas.

“Dari program MBG ini ada banyak karakter yang kami tanamkan seperti gotong royong, tanggung jawab terkait pendistribusian di kelas. Distribusi dilakukan pada jam istirahat kedua, pukul 12.00–13.00 WIB,” pungkas Nani.

Menu Favorit Siswa

Program Makan Bergizi Gratis di SMAN 1 Bandar Lampung berhasil menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif dan siswa yang lebih berdaya.

Gizi untuk Raga, Semangat untuk Jiwa: Refleksi MBG di SMAN 1 Bandar Lampung
Pihak sekolah melibatkan siswa dalam proses pendistribusian makanan bergizi ke ruang kelas dalam program MBG di SMAN 1 Bandar Lampung, Rabu (13/8/2025). Foto: Josua Napitupulu

Dari sudut pandang siswa, Program MBG dinilai sangat mendukung proses pembelajaran mereka di sekolah.

Siswa Kelas XII, Algoza Valestoti, mengungkapkan kepuasannya terhadap kualitas, kelezatan, dan kelengkapan menu yang disediakan.

“Pengelolaan dan penyaluran MBG-nya bagus. Yang terpenting itu, makanannya enak-enak juga kok. Menunya lengkap ada protein, karbohidrat, dan serat,” kata dia.

Algoza mengaku menu-menu populer seperti mie ayam dan spaghetti menjadi favorit yang meningkatkan suasana hati dan konsentrasi belajar siswa.

“Ada menu makanan yang banyak disukai generasi seperti kami ini kayak mie ayam, spaghetti, jadi yang makan merasa senang, bikin belajar lebih semangat. Saran saya, porsinya ditambah,” harap dia.

Senada, Kalisa Naura dari Kelas XI menyoroti manfaat finansial yang signifikan dari program MBG.

“Program MBG itu cukup membantu banget bagi kami siswa. Soalnya kan menghemat uang jajan kami. Lumayan membantu bisa hemat Rp15.000-Rp20.000,” ungkap dia.

“Menu makanannya juga enak-enak kayak kemarin ada Spaghetti Aglio e Olio. Makanan ini yang kami suka banget. Menunya setiap hari beda-beda jadi kami nggak bosan buat makannya,” lanjut Kalisa.

Saukil, siswa Kelas X, yang baru merasakan program ini, sangat terkesan dengan kualitas makanan yang melebihi ekspektasinya.

“Jujur, saya kaget karena baru di Kelas X ini saya mendapatkan program MBG, dan ternyata makanannya enak-enak,” ujar dia.

Ia menyebut spaghetti, buah-buahan segar, dan ayam kari sebagai menu unggulan.

“Beberapa menu di luar dugaan saya kayak spaghetti itu enak banget. Sama buah-buahannya rasanya manis-manis dan fresh semua. Lauk kesukaan saya ayam kari,” kata Saukil.

Meskipun demikian, para siswa memberikan saran konstruktif agar porsi makanan dapat ditingkatkan untuk lebih memenuhi kebutuhan energi mereka, mengingat banyaknya aktivitas di sekolah.

Baca Juga: Empat Dapur Gizi di Bandar Lampung Layani Program MBG

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *