DASWATI.ID – Kepolisian Daerah (Polda) Lampung dan seluruh jajaran Polresta serta Polres di Lampung berhasil menuntaskan Operasi Sikat Krakatau 2025 dengan pencapaian yang signifikan.
Operasi Sikat Krakatau mengungkap total 1.866 kasus kejahatan dan mengamankan 319 tersangka.
Keberhasilan ini mendapatkan apresiasi langsung dari Kapolda Lampung, Irjen Pol Helmy Santika, yang menyebut operasi ini telah menciptakan Lampung yang lebih kondusif.
Operasi Sikat Krakatau 2025 diselenggarakan selama dua pekan, mulai tanggal 4 hingga 17 Agustus 2025.
Fokus utama operasi ini adalah pemberantasan tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor).
Irjen Pol Helmy Santika menjelaskan bahwa dari 395 target operasi (TO) yang telah ditetapkan, pihaknya berhasil mengungkap seluruhnya, mencapai 100 persen pengungkapan TO.
Selain itu, polisi juga berhasil mengungkap 1.471 kasus non-TO, sehingga total keseluruhan kasus yang berhasil diungkap dalam operasi ini mencapai 1.866 kasus.
Dari ribuan kasus tersebut, polisi mengamankan 319 orang tersangka, yang terdiri dari 81 orang TO dan 237 orang non-TO.
“Saat ini ada 319 orang tersangka yang diamankan, terdiri dari 81 orang TO dan 237 orang non-TO,” kata Helmy.
Operasi ini juga berhasil menyita sejumlah besar barang bukti kejahatan, termasuk 9 unit mobil, 101 unit sepeda motor, 57 pucuk senjata api ilegal, 19 buah senjata tajam, 72 unit ponsel, dan uang tunai sebesar Rp16.640.000.
Komitmen kepolisian dalam menuntaskan perkara juga terlihat dari berhasil diungkapnya 94 kasus tunggakan (cold case).
Kapolda Helmy Santika secara khusus menyampaikan apresiasinya terhadap kerja keras seluruh jajaran dalam menciptakan Lampung yang kondusif.
Ia menyoroti dampak positif operasi ini yang terlihat dari penurunan kasus kejahatan sebanyak 130 kasus dibandingkan dengan periode sebelumnya.
Kasus yang paling menonjol selama operasi berlangsung adalah curat dengan 266 kasus, diikuti curas sebanyak 62 kasus, dan curanmor dengan 48 kasus.
Selain itu, dalam operasi ini juga diamankan 8 kasus penyalahgunaan senjata api, dan sebanyak 42 pucuk senjata api ilegal diserahkan secara sukarela oleh masyarakat.
Irjen Helmy juga menambahkan bahwa Lampung Tengah, Lampung Timur, Lampung Utara, dan Way Kanan menjadi wilayah dengan pengungkapan kasus tertinggi selama Operasi Sikat Krakatau 2025.
“Paling tinggi pengungkapan kasusnya itu di Lampung Tengah, Lampung Timur, Lampung Utara, dan Way Kanan,” pungkas dia.
Baca Juga: Paradoks Kemerdekaan: Ketika Bumi Menjadi Penjara di Tanah Sendiri

