Nasional » Kementan Gencarkan Pemberantasan Mafia Pangan, 784 Kasus Diungkap

Kementan Gencarkan Pemberantasan Mafia Pangan, 784 Kasus Diungkap

oleh
Kementan Gencarkan Pemberantasan Mafia Pangan, 784 Kasus Diungkap
Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman. Foto: Dokumentasi Kementan RI

DASWATI.ID – Kementerian Pertanian atau Kementan di bawah Menteri Andi Amran Sulaiman gencarkan pemberantasan mafia pangan.

Amran terus memperkuat pemberantasan mafia pangan dengan hasil signifikan.

Sepanjang periode sebelumnya, 784 kasus berhasil diungkap, melibatkan 411 tersangka terkait pelanggaran pupuk, hortikultura, peternakan, hingga distribusi beras.

Kemudian, dalam 130 hari Kabinet Merah Putih, 20 tersangka baru ditetapkan dan 50 perusahaan diproses hukum karena merugikan negara dan petani.

Mentan Amran, usai acara di Makassar, Jumat (18/4/2025), menegaskan dukungan penuh Presiden Prabowo dan Wapres Gibran dalam aksi bersih-bersih ini.

“Presiden dan Wapres solid mendukung kami untuk membersihkan mafia pangan dan membela petani,” ujar dia dikutip dari laman Kementerian Pertanian, Minggu (20/4/2025).

Ia juga mengklarifikasi video viral soal teguran Wapres, menjelaskan bahwa itu terjadi di masa lalu dan bukan dari Gibran, melainkan sebagai refleksi pengalaman memperkuat ketahanan pangan.

Di internal Kementan, lebih dari 1.500 pegawai telah didemosi atau dimutasi karena pelanggaran disiplin dan integritas.

Kementan gencarkan pemberantasan mafia pangan. Amran memperingatkan mafia pangan dan simpatisannya agar tidak mengganggu stabilitas pangan nasional.

“Jalan menuju swasembada terang benderang. Kami tegak lurus pada Presiden dan Wapres,” tegas dia.

Kementan akan terus bekerja sama dengan KPK, Kepolisian, dan Kejaksaan untuk menegakkan kebijakan pro-petani dan memberantas praktik curang secara berkelanjutan.

Baca Juga: Lampung Perkuat Hilirisasi Pertanian dengan POC dan Dryer

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *