Klaim Sukses Skrining HIV Bandar Lampung: Masih Ada ODHIV yang Tersembunyi?

oleh
Klaim Sukses Skrining HIV Bandar Lampung: Masih Ada ODHIV yang Tersembunyi?
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung Muhtadi A. Temenggung (kanan) didampingi Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, dr. Liskha, Selasa (24/2/2026). Foto: Istimewa

DASWATI.IDDinas Kesehatan Kota Bandar Lampung mencatatkan capaian signifikan dalam pelacakan kasus HIV Bandar Lampung sepanjang tahun 2025.

Meski skrining berhasil menjangkau 35.698 orang atau sekitar 115 persen dari target, temuan 333 kasus baru justru mempertegas adanya fenomena “gunung es”.

Angka ini menjadi alarm bahwa di balik klaim keberhasilan mitigasi, masih ada tantangan besar untuk merangkul orang dengan HIV (ODHIV) yang tersembunyi.

Membedah Delapan Kelompok Sasaran

Pemerintah Kota melalui Dinas Kesehatan (Diskes) menerapkan strategi jemput bola yang sangat agresif.

Penapisan difokuskan pada delapan kelompok indikator Standar Pelayanan Minimal (SPM), yakni ibu hamil, penderita TBC, penderita Infeksi Menular Seksual (IMS), Wanita Pekerja Seksual (WPS), Lelaki Seks Lelaki (LSL), waria, Pengguna Narkoba Suntik (Penasun), hingga Warga Binaan Pemasyarakatan.

Kepala Dinas Kesehatan Bandar Lampung, Muhtadi A. Temenggung, menegaskan bahwa capaian SPM yang bahkan menyentuh angka 119 persen ini menunjukkan efektivitas pelacakan di lapangan.

“Jika capaian sudah di atas 100 persen, artinya mitigasi risiko keberlanjutan penyebaran sudah kita tangani. Ini bukan darurat, melainkan bukti keseriusan kita memutus mata rantai penularan,” tegas Muhtadi di Bandar Lampung, Selasa (24/2/2026).

Mitigasi Melalui Kerja Sama Lintas Sektoral

Mengantisipasi adanya kelompok yang belum terjangkau, Diskes memperkuat kolaborasi lintas sektoral untuk menyisir lokus khusus seperti tempat hiburan malam.

Langkah ini melibatkan Dinas Pariwisata, Dinas Sosial, Bhabinkamtibmas, tokoh agama, hingga komunitas Indonesia AIDS Coalition (IAC).

Sinergi ini bertujuan memberikan edukasi sekaligus menghapus hoaks bahwa HIV menular melalui kontak sosial biasa.

Klaim Sukses Skrining HIV Bandar Lampung: Masih Ada ODHIV yang Tersembunyi?
Klaim Sukses Skrining HIV Bandar Lampung: Masih Ada ODHIV yang Tersembunyi?

Muhtadi mengingatkan bahwa penanggulangan epidemi ini memerlukan keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat agar tidak ada lagi diskriminasi.

“Kami terus melakukan edukasi dan pendekatan kolaboratif agar penularan HIV bisa ditekan dan masyarakat tidak takut untuk melakukan pemeriksaan,” tamba dia. 

Perlindungan Ibu-Anak dan Jaminan Kerahasiaan

Di sektor pelayanan dasar, 31 puskesmas di Bandar Lampung telah disiagakan untuk memberikan layanan Perawatan, Dukungan, dan Pengobatan (PDP).

Fokus utama diarahkan pada program Triple Eliminasi gratis bagi ibu hamil guna mencegah penularan HIV, sifilis, dan hepatitis ke bayi.

Jaminan kerahasiaan identitas pasien secara by name by address juga diberlakukan untuk memberikan rasa aman.

“Memang kami prioritaskan ibu hamil karena penularan HIV dari ibu ke anak dapat dicegah jika dilakukan skrining sejak awal,” ungkap Muhtadi.

Mengejar Target Eliminasi 2030

Demi mencapai target eliminasi pada tahun 2030, Bandar Lampung menerapkan strategi Fast Track 95-95-95.

Tujuannya agar 95 persen ODHIV mengetahui statusnya, mendapatkan terapi antiretroviral (ARV), dan mencapai supresi virus.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, dr. Liskha, menjelaskan bahwa ARV berfungsi melemahkan virus sehingga kualitas hidup pasien terjaga.

“Pasien yang rutin minum obat sesuai dosis dapat menekan jumlah virus dalam tubuhnya. Dengan kondisi tersupresi, virus tidak lagi mudah menular dan harapan hidup tetap panjang serta produktif,” kata dia.

Baca Juga: Surat Edaran Rektor Itera Lampung Tuai Kritik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *