Ekonomi » Lampung Sukses Genjot Produksi Padi & Jagung 2025 Hingga Awal 2026

Lampung Sukses Genjot Produksi Padi & Jagung 2025 Hingga Awal 2026

oleh
Lampung Sukses Genjot Produksi Padi & Jagung 2025 Hingga Awal 2026
Infografis dibuat dengan kecerdasan buatan oleh Josua Napitupulu

DASWATI.ID – Provinsi Lampung mencatatkan kinerja sektor pangan yang impresif sepanjang tahun 2025.

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung melaporkan adanya lonjakan signifikan pada produksi padi dan jagung yang didorong oleh perluasan luas panen serta optimalisasi produktivitas lahan di seluruh wilayah Bumi Ruwa Jurai.

Produksi Padi dan Beras Melambung Tinggi

Berdasarkan data tetap BPS, produksi padi Lampung selama periode Januari hingga Desember 2025 mencapai kenaikan sebesar 461,28 ribu ton atau tumbuh 16,53 persen dibandingkan tahun 2024. Keberhasilan ini ditopang oleh efisiensi lahan yang semakin membaik.

“Sepanjang tahun 2025, kita melihat adanya peningkatan produksi padi sebesar 461,28 ribu ton atau naik 16,53 persen dibandingkan tahun 2024. Peningkatan ini disebabkan peningkatan luas panen dan produktivitas,” ujar Kepala BPS Lampung, Ahmadriswan, di Bandar Lampung, Kamis (5/2/2026) sore.

Tercatat, rata-rata produktivitas padi tahun 2025 mencapai 54,57 kuintal per hektare, naik 208 kg per hektare (3,98 persen) dari angka 52,50 kuintal pada tahun sebelumnya.

Kenaikan produksi gabah ini secara otomatis mendongkrak stok pangan daerah, di mana produksi beras untuk konsumsi penduduk mencapai 1,87 juta ton, meningkat 265,17 ribu ton dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 1,60 juta ton.

Pergeseran Musim & Penguatan Komoditas Jagung

Menariknya, terdapat pergeseran puncak musim panen pada tahun 2025. Jika pada tahun 2024 puncak panen jatuh pada bulan Mei, di tahun 2025 puncak tersebut maju ke bulan April.

“Penurunan di Subround II (Mei-Agustus) lebih disebabkan oleh faktor teknis pergeseran bulan panen yang maju ke bulan April,” jelas Ahmadriswan.

Hal ini terlihat dari lonjakan luas panen di awal tahun (Januari-April) yang mencapai 90,67 ribu hektare atau 64,30 persen.

Sejalan dengan padi, komoditas jagung juga menunjukkan tren penguatan yang kokoh. Luas panen jagung tahun 2025 mencapai 194,49 ribu hektare, naik 14,39 persen secara tahunan.

Dengan luas tersebut, total produksi jagung Lampung menyentuh angka 1,26 juta ton pipilan kering (KA 14%), meningkat 13,70 persen dibanding tahun lalu.

Optimisme Menuju Awal Tahun 2026

Kabar baik bagi ekonomi Lampung diperkirakan akan berlanjut hingga tahun depan. Berdasarkan pengamatan Kerangka Sampel Area (KSA) pada Desember 2025, potensi produksi padi pada periode Januari-Maret 2026 diprediksi mencapai 921,93 ribu ton GKG.

Angka tersebut menunjukkan proyeksi kenaikan fantastis sebesar 80,70 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025.

Sementara itu, produksi pada awal tahun 2026 sendiri diperkirakan mencapai 469,55 ribu ton, tumbuh 24,82 persen sebagai sinyal positif bagi keberlanjutan ketahanan pangan di Provinsi Lampung.

Baca Juga: Laju Ekonomi Lampung 2025 di Tangga Ketiga Sumatra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *