DASWATI.ID – Lebaran 2026 banjir bonus! Dari kenaikan THR ASN 10%, bonus 850 ribu driver ojol, hingga paket bantuan pangan untuk 35 juta keluarga.
DALAM ARTIKEL:
Pemerintah menjaga daya beli masyarakat menjelang Idulfitri 1447 Hijriah. Presiden Prabowo Subianto mengarahkan penguatan ekonomi nasional pada kuartal pertama tahun 2026.
Selain itu, berbagai stimulus kebijakan siap memberikan dampak positif bagi warga. Pemerintah berupaya memastikan momentum Hari Raya mendorong konsumsi masyarakat secara luas.
Anggaran THR ASN Naik
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengumumkan total anggaran THR mencapai Rp55 triliun.
Angka ini meningkat sekitar 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Selanjutnya, pemerintah menyalurkan Rp22,2 triliun bagi 2,4 juta ASN Pusat, TNI, dan Polri. Alokasi ini bersumber langsung dari APBN.
Sementara itu, 4,3 juta ASN Daerah menerima total Rp20,2 triliun melalui APBD. Sebanyak 3,8 juta pensiunan juga mendapatkan bagian sebesar Rp12,7 triliun dari pemerintah.
“Komponen yang dibayarkan 100% penuh meliputi gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan pangan, tunjangan jabatan atau kinerja,” tegas Airlangga Hartarto kepada awak media di Jakarta, Selasa (3/3/2026).
Sejumlah menteri seperti Yassierly, Dudy Purwagandhi, dan Rosan Roeslani turut hadir. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya juga mendampingi dalam konferensi pers tersebut.
Airlangga menjelaskan pemberian THR ini merupakan hal berbeda dengan gaji ke-13. Pemerintah akan membayarkan gaji ke-13 secara terpisah pada bulan Juni 2026 mendatang.
Aturan Tegas THR Swasta
Pemerintah juga mewajibkan sektor swasta membayar THR secara penuh tanpa mencicil. Perusahaan harus menyalurkan dana tersebut paling lambat tujuh hari sebelum Lebaran.
Di sisi lain, pekerja bermasa kerja minimal setahun berhak menerima satu bulan upah. Pekerja yang belum setahun akan mendapatkan bayaran secara proporsional sesuai masa kerja.
Tak hanya itu, data BPJS Ketenagakerjaan mencatat 26,5 juta pekerja penerima upah tahun ini.
Total nilai THR swasta diperkirakan menembus angka Rp124 triliun.

Bonus untuk Mitra Ojol
Kabar baik juga datang untuk pengemudi ojek online melalui Bonus Hari Raya (BHR). Pemerintah menjalin komunikasi intensif dengan para aplikator mengenai bonus ini.
“Alhamdulillah komitmen kuat dari para aplikator juga diwakili dengan yang hadir pada pagi hari ini,” jelas Airlangga terkait bonus ojek online tersebut.
Lebih lanjut, sekitar 850 ribu mitra akan menerima total bonus senilai Rp220 miliar. Jumlah ini mencakup pengemudi dari berbagai platform besar di Indonesia.
Sebagai contoh, GoTo dan Grab menyiapkan dana hingga Rp110 miliar bagi 800 ribu mitra.
Nilai anggaran ini meningkat dua kali lipat dibanding tahun lalu.
Berikutnya, Maxim memberikan BHR kepada 51.000 mitra produktif pada tahun 2026. Perusahaan inDrive juga berkomitmen membagikan bonus kepada sekitar 500 orang pengemudinya.
Oleh karena itu, pemerintah mendorong penyaluran bonus ojol mulai empat belas hari sebelum Idulfitri. Langkah ini bertujuan membantu mitra memenuhi kebutuhan belanja Lebaran.
Di samping bonus, perusahaan aplikator memfasilitasi program Jaminan Kecelakaan Kerja bagi mitra. Program BPJS Ketenagakerjaan ini memperkuat perlindungan pekerja informal.
Bantuan Pangan dan Diskon
Selain THR, pemerintah menyiapkan bantuan pangan untuk 35,04 juta keluarga penerima. Tiap keluarga akan menerima 10 kg beras dan 2 liter minyak goreng.
Tambahan lagi, alokasi anggaran bantuan pangan ini mencapai angka Rp14,09 triliun. Pemerintah ingin meringankan beban pengeluaran masyarakat jelang hari raya.
Tidak hanya pangan, warga juga bisa menikmati diskon transportasi sebesar Rp911,16 miliar. Dana ini berasal dari kombinasi anggaran negara dan pihak non-pemerintah.
Terakhir, kebijakan Work From Anywhere (WFA) berlaku pada beberapa tanggal di bulan Maret. ASN dan pekerja swasta dapat mengoptimalkan mobilitas melalui kebijakan ini.
Baca Juga: Mudik Lebaran 2026 Hemat: Ada Diskon Tiket dan Mudik Gratis!

