DASWATI.ID – Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2025 di Lampung akan diisi dengan kegiatan menonton sambutan Presiden RI Prabowo Subianto dari Jakarta, Kamis (1/5/2025).
Nonton bareng pidato Presiden berlangsung di Balai Keratun Pemprov Lampung, Kota Bandar Lampung pada Kamis (1/5/2025).
Acara dijadwalkan dimulai pukul 09.00 WIB, dihadiri empat konfederasi serikat pekerja yakni Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI), dan Konfederasi Perjuangan Buruh Indonesia (KPBI).
Ketua KSPI Lampung, Sulaiman Ibrahim, menyatakan bahwa acara ini tidak berupa aksi demonstrasi, melainkan akan diisi dengan orasi dan penyampaian pernyataan sikap.
Fokus utama adalah isu upah dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di tengah ketidakpastian ekonomi global, yang dianggap sebagai ancaman serius bagi buruh.
“PHK tidak hanya dipicu tarif resiprokal AS, tetapi juga faktor lain yang memperburuk kondisi pekerja,” ujar Sulaiman saat dihubungi dari Bandar Lampung, Sabtu (26/4/2025).
Baca Juga: Mencari Titik Temu Kenaikan UMP Lampung 2025
KSPI berencana membentuk tim khusus untuk menangani PHK, sejalan dengan Satuan Tugas PHK yang dibentuk pemerintah.
Sulaiman menegaskan dukungan penuh terhadap program Presiden Prabowo ini.
Selain itu, buruh memperjuangkan revisi Omnibus Law atau Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, yang dinyatakan inkonstitusional bersyarat oleh Mahkamah Konstitusi pada November 2021.
“Pemerintah harus segera membuat UU Ketenagakerjaan baru dan memisahkan aturan ketenagakerjaan dari UU Cipta Kerja,” tegas dia.
Isu lain yang disoroti adalah pengesahan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT), yang telah tertunda lebih dari dua dekade.

Sulaiman menyoroti minimnya perlindungan hukum bagi pekerja rumah tangga, termasuk anak di bawah umur, dan mengacu pada Pasal 34 UUD 1945 yang mewajibkan negara melindungi fakir miskin dan anak terlantar.
“Ini tanggung jawab konstitusional negara,” kata Sulaiman yang juga Ketua Exco Partai Buruh Provinsi Lampung.
Ia menegaskan perjuangan buruh Lampung kali ini tidak hanya melalui aksi besar, tetapi juga dengan pendekatan berbasis ilmu dan strategi matang untuk memastikan aspirasi buruh didengar pemerintah.
“Jadi, hal-hal mendasar inilah yang kami perjuangkan sekarang. Bukan hanya dengan aksi besar-besaran, tetapi juga dengan pendekatan yang berbasis ilmu,” pungkas Sulaiman.
Baca Juga: Buruh PT San Xiong Steel Indonesia Ancam Demo Besar-besaran
Prabowo Bakal Hadiri Peringatan Hari Buruh
Dikutip dari Kompas.com, Presiden KSPI sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, mengonfirmasi bahwa Presiden Prabowo akan menghadiri perayaan May Day 2025 di Lapangan Monas, Jakarta.
Kehadiran ini menjadi momen bersejarah, menjadikan Prabowo presiden kedua setelah Soekarno yang turut hadir dalam peringatan Hari Buruh.
Sekitar 200 ribu buruh dari Jabodetabek dan lebih dari satu juta buruh di seluruh Indonesia diperkirakan mengikuti perayaan ini.
Enam isu utama yang akan disampaikan kepada Presiden meliputi penghapusan outsourcing, pembentukan Satgas PHK, upah layak, pengesahan UU Ketenagakerjaan baru, pengesahan RUU PPRT, dan pemberantasan korupsi melalui RUU Perampasan Aset.
Perayaan di Monas dipilih setelah Gelora Bung Karno (GBK) digunakan untuk persiapan Pra Piala Dunia, sebuah keputusan yang didukung serikat buruh sebagai bentuk dukungan terhadap tim nasional Indonesia.

