Nasional » Pengusulan RM Margono Djojohadikusumo Jadi Pahlawan Nasional Ditunda

Pengusulan RM Margono Djojohadikusumo Jadi Pahlawan Nasional Ditunda

oleh
Pengusulan RM Margono Djojohadikusumo Jadi Pahlawan Nasional Ditunda
Ketua Umum SMSI Firdaus dalam Seminar Nasional bertema "Peran RM Margono Djojohadikusumo dalam Membangun Indonesia" di Hall Dewan Pers, Jakarta, Kamis (10/4/2025). Foto: Dokumentasi SMSI

DASWATI.ID – Pengusulan Raden Mas Margono Djojohadikusumo jadi Pahlawan Nasional ditunda atas permintaan keluarga.

Pihak keluarga meminta agar pengusulan tidak dilakukan selama Prabowo Subianto menjabat Presiden RI, untuk menghindari kesan memanfaatkan situasi.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Umum SMSI Firdaus dalam Seminar Nasional bertema “Peran RM Margono Djojohadikusumo dalam Membangun Indonesia” di Hall Dewan Pers, Jakarta, Kamis (10/4/2025).

“Penundaan ini bukan menghentikan proses, tetapi menunggu waktu yang tepat,” ujar Firdaus dalam keterangannya, Jumat (11/4/2025).

Pengusulan RM Margono Djojohadikusumo jadi Pahlawan Nasional ditunda.

Rencananya, pendiri Bank Negara Indonesia (BNI) dan kakek Presiden Prabowo Subianto tersebut akan diusulkan sebagai Pahlawan Nasional pada 11 April 2025.

Ketua Panitia Pengusul Prof Fachmi Idris menegaskan penundaan dilakukan dengan mempertimbangkan situasi nasional.

“Kami terus menggelar seminar dan diskusi untuk memperkuat kajian akademis. RM Margono layak jadi Pahlawan Nasional atas perannya dalam pembangunan Indonesia,” kata dia.

Yohanes Handojo Budhisedjati, penasehat panitia, menyebut penundaan sebagai wujud kebesaran hati keluarga.

“Presiden Prabowo ingin fokus bekerja untuk rakyat,” ujar Yohanes.

Mira Riyati menambahkan, Margono berjasa besar melalui BNI sebagai pilar ekonomi di awal kemerdekaan.

SMSI berencana melanjutkan kajian historis melalui seminar di berbagai daerah untuk mendukung pengusulan di masa mendatang.

Seminar nasional dihadiri sejumlah tokoh seperti Dr. Hartono Laras, Mayjen Herwin Supardjo, Mayjen Joko Warsito, hingga perwakilan Forum Pemred SMSI dan Milenial Cyber Media.

Kegiatan yang dibuka Dirjen Pemberdayaan Sosial Kementerian Sosial Mira Riyati Kurniati ini menghadirkan pembicara kunci Jenderal TNI (Purn) Prof Dr H Dudung Abdurachman yang diwakili Prof Dr Achmad Tjachja Nugraha.

Dua narasumber utama, Prof Dr Alamsyah (Universitas Diponegoro) dan Prof Dr Agus Mulyana (Kementerian Kebudayaan RI), memaparkan kontribusi Margono sebagai pejuang kemerdekaan dan tokoh ekonomi.

Acara juga menampilkan tiga tokoh nasional sebagai penanggap: Prof Dr Albertus Wahyurudhanto (STIK-PTIK), Prof Dr Harris Arthur Hedar (Universitas Negeri Makassar), dan Romo Chrisanctus Paschalis Saturnus Esong, aktivis HAM.

Dipandu Putri Dewi (MC) dan Devi Taurisa, S.H., M.H. (moderator), seminar didukung Bank BNI, BRI, Mandiri, BTN, serta Aris Production.

Baca Juga: AS Tunda Kenaikan Tarif Resiprokal untuk Indonesia dan Malaysia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *