DASWATI.ID – Polda Lampung kerahkan ribuan personel pengamanan ibadah Natal 2023 dan Tahun Baru 2024.
Kapolda Lampung Irjen Helmy Santika mengatakan ada 1.886 personel yang akan mengamankan pelaksanaan Natal dan Tahun Baru di 1.050 gereja.
Ribuan personel Polda Lampung ini akan dibantu pihak-pihak terkait dalam melakukan tugas pengamanan.
“Nantinya akan dibantu oleh 1.496 personel dari stakeholder terkait,” ujar dia saat memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Krakatau 2023 di Mako Brimob Daerah Polda Lampung, Kota Bandarlampung, Kamis (21/12/2023).
Polda Lampung kerahkan ribuan personel pengamanan ibadah Natal dan Tahun Baru selama Operasi Lilin Krakatau 2023 berlangsung.
“Selama pelaksanaan Operasi Lilin Krakatau 2023, kami mengedepankan pencegahan yang didukung deteksi dan penegakkan hukum. Sehingga, masyarakat bisa merayakan Natal dan Tahun Baru dengan aman, selamat dan tertib,” kata Helmy.
Ribuan personel ini, lanjut dia, juga akan ditempatkan pada objek-objek vital lainnya seperti tempat perbelanjaan hingga tempat wisata.
“Ada beberapa objek yang akan turut dijaga oleh personel-personel ini. Ada 361 objek wisata, 43 pusat perbelanjaan, serta lokasi perayaan pergantian tahun sebanyak 52 objek,” jelas dia.
Selain menerjunkan ribuan personel, Polda Lampung juga telah menyiagakan 66 pos komando (posko)yang terdiri dari 44 Pos Pengaman, 21 Pos Pelayanan dan 1 Pos Terpadu.
Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan Operasi Lilin dimulai sejak 22 Desember 2023 hingga 2 Januari 2024 dalam rangka pengamanan libur Natal dan Tahun Baru.
“Polri tentunya mempersiapkan operasi untuk melaksanakan kegiatan pengamanan, pengawalan terkait dengan rangkaian kegiatan Natal dan Tahun Baru, dengan melaksanakan Operasi Lilin yang kita laksanakan mulai dari 22 Desember sampai dengan 2 Januari,” ujar Listyo.
Hal itu disampaikan usai mengikuti Sidang Kabinet Paripurna (SKP) yang dipimpin Presiden RI Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Senin (11/12/2023) lalu.
Operasi Lilin melibatkan kurang lebih 129.923 personel gabungan yang terdiri dari TNI/Polri dan stakeholder terkait.
Listyo memperkirakan ada pergerakan sekitar 107,6 juta orang pada periode libur Natal dan Tahun Baru.
“Mobilitas masyarakat tersebut harus dikelola dengan baik agar dapat berjalan aman dan lancar,” kata dia.