DASWATI.ID – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Lampung Melawan dipastikan akan memadati gedung DPRD Provinsi Lampung pada Senin (23/2/2026) mendatang.
Meski bertepatan dengan suasana bulan suci Ramadan, massa berkomitmen tetap turun ke jalan demi menyuarakan tuntutan perbaikan kualitas pendidikan nasional yang dinilai masih jauh dari standar memadai.
Jenderal Lapangan Aliansi Lampung Melawan, M. Zakki Kurniawan, menyatakan bahwa seluruh persiapan teknis untuk aksi tersebut telah rampung dilakukan.
Rapat persiapan teknis yang diikuti puluhan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Bandar Lampung berlangsung pada Sabtu (21/2/2026) sore sejak pukul 16.52-18.00 WIB.
Konsolidasi ini merupakan hasil dari serangkaian konsolidasi yang dilakukan sejak pertengahan Februari 2026.
“Teknis lapangan sore ini kami membahas tentang mekanisme aksi, mitigasi aksi dan capaian aksi, perangkat aksi,” ujar Zakki saat memberikan keterangan di halaman belakang Balai Rektorat Universitas Lampung, Sabtu (21/2/2026).
Ia juga menambahkan bahwa tidak ada penyesuaian teknis yang signifikan meski aksi dilakukan saat puasa, kecuali peniadaan logistik konsumsi sebagai bentuk penghormatan bagi massa yang beribadah.
Tuntut Pendidikan Gratis dan Kesejahteraan Guru
Aksi massa ini membawa misi besar untuk mendesak pemerintah agar menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama, termasuk mewujudkan pendidikan gratis bagi seluruh lapisan masyarakat.
Aliansi juga menyoroti perlunya penambahan anggaran pendidikan yang didorong melalui regulasi pajak progresif.
Selain isu nasional, massa akan membawa aspirasi lokal terkait nasib siswa-siswi SMA Siger Bandar Lampung.
Mereka mendesak agar para siswa segera dipindahkan ke sekolah yang memiliki legalitas resmi dengan jaminan beasiswa.
Peningkatan kesejahteraan guru honorer juga menjadi poin krusial yang akan diperjuangkan dalam orasi di depan gedung wakil rakyat nanti.

“Secara garis besar, kami dari Aliansi Lampung Melawan menuntut untuk perbaikan kualitas pendidikan yang selama ini kesannya masih jauh dari kata cukup atau sempurna,” jelas Zakki yang merupakan mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Lampung Angkatan 2022.
Baca Juga: Dana Rp10 Miliar Mengalir ke SMA Siger Saat Legalitas Masih Terganjal
Skema Mobilisasi Dua Titik Kumpul
Massa yang diperkirakan berjumlah ratusan orang ini terdiri dari mahasiswa Universitas Lampung, berbagai perguruan tinggi lainnya, serta organisasi kemasyarakatan seperti LMND.
Untuk mengatur pergerakan, koordinator lapangan telah membagi massa ke dalam dua titik kumpul utama.
“Kami tadi sudah berkonsolidasi, untuk sekitaran daerah Rajabasa berkumpul di Universitas Lampung. Untuk kampus lain seperti Itera, UIN Radin Intan, dan UTB, mereka berkumpul di Taman Makam Pahlawan,” tutur Zakki.
Kedua kelompok ini nantinya akan berkonvoi menuju area Hotel Sheraton (Hotel Akar) untuk memarkirkan kendaraan, sebelum akhirnya melakukan long march menuju gedung DPRD Provinsi Lampung.
Aksi dijadwalkan berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 15.00 WIB.
Aliansi Lampung Melawan berharap pimpinan Pemerintah Provinsi maupun DPRD Lampung bersedia turun langsung menemui massa untuk menerima aspirasi tersebut.
“Untuk capaian aksi, kami berharap pada saat aksi Senin (23/2) besok pihak dari pimpinan pemerintah provinsi maupun DPRD untuk bisa turun membersamai kami, dan menerima segala aspirasi yang kami utarakan,” kata Zakki.
Ia menegaskan bahwa gerakan Aliansi Lampung Melawan ini tidak akan berhenti pada aksi Senin mendatang dan siap terus mengawal isu-isu strategis lainnya di masa depan.
Baca Juga: Makan Bergizi Gratis Tak Usik Dana BOSP Lampung, Anggaran Justru Naik

