Lampung » Sisa Makanan Penyumbang Utama Sampah di Lampung

Sisa Makanan Penyumbang Utama Sampah di Lampung

oleh
Sisa Makanan Penyumbang Utama Sampah di Lampung
Pemkot Bandar Lampung kampanye "Stop Boros Pangan" pada acara Gerakan Pangan Murah di Taman UMKM Bung Karno pada Sabtu (7/10/2023). Dokumentasi: Josua Napitupulu

DASWATI.ID – Provinsi Lampung menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan limbah, di mana sisa makanan menjadi penyumbang terbesar komposisi sampah mencapai 45,24% sepanjang tahun 2025.

Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup pada Senin (12/1/2026) pukul 18.00 WIB, sektor rumah tangga menjadi produsen sampah utama dengan kontribusi sebesar 73,04%.

Baca Juga: Rumah Tangga Lampung Sumbang 1,7 Juta Ton CO2, Hutan Masih Aman?

Lampung Selatan dan Bandar Lampung Hasilkan Sampah Terbanyak

Data SIPSN menunjukkan volume sampah harian yang signifikan di beberapa wilayah.

Kabupaten Lampung Selatan mencatatkan timbulan sampah harian tertinggi mencapai 780,07 ton, diikuti oleh Kota Bandar Lampung sebesar 715,13 ton.

Daerah lain yang juga menyumbang angka timbulan harian cukup besar meliputi Tanggamus (375,42 ton), Lampung Utara (270,25 ton), dan Pesawaran (200,42 ton).

Sementara itu, Kabupaten Pesisir Barat mencatatkan timbulan sampah harian terendah di antara daerah yang melaporkan, yakni sebesar 69,48 ton.

Dominasi Sisa Makanan di Berbagai Kabupaten

Persentase sisa makanan mendominasi profil sampah di hampir seluruh kabupaten yang mendata komposisinya.

Kabupaten Tulang Bawang mencatat persentase sisa makanan tertinggi sebesar 70%, disusul Lampung Selatan dengan 65%, dan Pringsewu sebesar 50%.

Berbeda dengan daerah lain, Kota Bandar Lampung memiliki proporsi sisa makanan yang lebih rendah sebesar 15,8%.

Di ibu kota provinsi ini, sampah kategori “Lainnya” justru mendominasi dengan angka 50,7%, diikuti oleh sampah kayu/ranting sebesar 20,1%.

Baca Juga: Mencegah Boros Makanan Demi Ketahanan Pangan

Sisa Makanan Penyumbang Utama Sampah di Lampung
Sumber: Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup. Data diakses pada Senin (12/1/2026) pukul 18.00 WIB

Rumah Tangga sebagai Sumber Utama

Selain sisa makanan, komposisi sampah di Lampung juga terdiri dari kayu atau ranting (15,06%), plastik (13,97%), dan kertas atau karton (7,67%).

Tingginya angka sisa makanan selaras dengan sumber sampah yang ada, di mana aktivitas rumah tangga menjadi pemicu utama.

Sektor lain seperti kawasan menyumbang 15,85%, diikuti pasar sebesar 9,74%, dan perniagaan sebesar 0,86%.

Basis Data Pengelolaan Sampah

Data SIPSN ini dikumpulkan melalui laporan mandiri (self-reporting) yang dilakukan oleh pemerintah daerah melalui operator dan wali data secara berjenjang.

Informasi ini merupakan bagian dari basis data tunggal SIPSN yang menyajikan capaian pengurangan dan penanganan sampah secara nasional.

Hingga saat ini, tercatat baru delapan dari 15 kabupaten/kota di Provinsi Lampung yang aktif menginput data ke dalam sistem tersebut.

Delapan daerah tersebut adalah Lampung Selatan, Lampung Utara, Tulang Bawang, Tanggamus, Pesawaran, Pringsewu, Pesisir Barat, dan Kota Bandar Lampung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *