DASWATI.ID – Di tengah kesibukan menjaga kedaulatan negara, prajurit dari Brigade Infanteri (Brigif) 4 Marinir/BS menunjukkan kepedulian mendalam terhadap masa depan generasi bangsa melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sejak bulan Februari, Dapur Gizi yang dikelola oleh Korps Marinir ini secara konsisten menyajikan 3.000 porsi makanan setiap harinya untuk para pelajar di wilayah Padang Cermin.
Menurut Komandan Brigif (Danbrigif) 4 Mar/BS, Kolonel Mar Supriadi Tarigan, program ini menjangkau 18 sekolah, mulai dari tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).
Lebih dari itu, program ini juga memiliki misi khusus untuk mengatasi stunting dengan mendistribusikan makanan bergizi kepada anak-anak balita dan ibu menyusui melalui posyandu-posyandu di sekitar wilayah tersebut.
Menu Variatif dan Distribusi Tepat Waktu
Untuk memastikan asupan nutrisi yang seimbang dan menjaga antusiasme anak-anak, menu yang disajikan sangat bervariasi dan tidak pernah sama selama lima hari kerja nasional.
Setiap porsi makanan dirancang secara lengkap, terdiri dari nasi, lauk pauk pokok maupun tambahan, sayur, dan buah. Sebagai pelengkap gizi, para pelajar juga sesekali diberikan susu kemasan dalam satu minggu.
Proses distribusi diatur dengan sangat rapi dan efisien. Setiap pagi, proses pengemasan selesai pada pukul 09.30 WIB, dan armada kendaraan khusus langsung bergerak untuk menyalurkan makanan ke sekolah-sekolah.
Terdapat skala prioritas dalam pendistribusian, di mana anak-anak PAUD hingga kelas 3 SD menjadi penerima pertama, diikuti oleh pelajar kelas 4 SD hingga SMA.
“Hingga pukul 11.00 WIB, makanan yang sudah kami siapkan telah terdistribusi kepada anak-anak sekolah, dan pada jam itu juga sudah bisa dikonsumsi sesuai dengan jam belajar,” jelas Kolonel Supriadi Tarigan, Kamis (25/9/2025).
Jaminan Kualitas dan Higienis di Bawah Pengawasan Ketat
Kualitas dan kebersihan menjadi pilar utama dalam pelaksanaan program ini.
Dapur Gizi Brigif 4 Mar/BS dikelola secara profesional dengan menunjuk petugas khusus, seperti Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), ahli gizi, dan staf sebagai akuntan.
Tim ini secara rutin melaksanakan kontrol dan pengecekan untuk menjamin setiap makanan yang diolah dan disajikan memenuhi standar higienis tertinggi.
Proses penjaminan mutu juga diterapkan sejak tahap awal, yaitu pada pemilihan bahan baku.
“Bahan pokok atau bahan mentah yang bersumber dari supplier kami seleksi. Apabila tidak sesuai atau tidak memenuhi syarat, maka kami kembalikan,” tegas Kolonel Supriadi.
Mekanisme yang ketat ini membuahkan hasil positif. Hingga saat ini, pihak Dapur Gizi Brigif 4 Mar/BS belum pernah menerima laporan maupun kritikan dari sekolah-sekolah terkait kualitas makanan.
“Semoga ini bisa dipertahankan dan ditingkatkan sehingga adik-adik pelajar bisa menerima manfaat dari dapur gizi,” tutupnya dengan penuh harap.
Baca Juga: LBH Bandar Lampung Buka Posko Pengaduan Korban Keracunan MBG

