DASWATI.ID – Terminal Rajabasa menyiagakan 14 CCTV dan ratusan bus laik jalan untuk melayani puncak arus mudik pada 17 Maret 2026 demi menjamin keamanan seluruh penumpang.
DALAM ARTIKEL:
Pengelola Terminal Tipe A Rajabasa memperketat pengamanan dan menyiapkan berbagai fasilitas menjelang arus mudik Lebaran 2026.
Langkah ini bertujuan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pemudik yang menggunakan jasa angkutan darat.
Pihak terminal menempatkan kamera pengawas atau CCTV di 14 titik strategis yang memantau langsung setiap pergerakan penumpang.
Selain pengawasan digital, petugas memasang palang parkir otomatis di pintu keluar terminal untuk mengantisipasi gangguan keamanan.

Pos pengamanan yang melibatkan personel TNI dan Polri juga tersedia untuk menjaga situasi tetap kondusif.
“Kami sudah menyiapkan sarana dan prasarana dengan baik, di antaranya kamera pengawasan atau CCTV yang mengarah ke pergerakan penumpang di Terminal Rajabasa,” ujar Pengawas Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Rajabasa, Budi Hartanto, Kamis (12/3/2026).
Peningkatan Fasilitas Penumpang
Pengelola terminal meningkatkan kenyamanan di ruang tunggu dan toilet, baik di Gedung Kedatangan maupun Gedung Keberangkatan.
Delapan petugas kebersihan bersiaga penuh dengan jadwal pembersihan setiap dua jam sekali untuk menjaga higienitas area terminal.
Pihak terminal juga berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandar Lampung dalam pengelolaan sampah di bak penampungan.
Untuk membantu mobilisasi barang bawaan, sejumlah porter berseragam resmi siap melayani penumpang di area terminal.
Penataan ini dilakukan agar standar kenyamanan di Terminal Rajabasa tetap terjaga selama masa angkutan Lebaran.
Uji Kelaikan Armada Bus
Terminal Rajabasa bekerja sama dengan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) melakukan inspeksi keselamatan atau ramp check terhadap ratusan bus AKAP (Antar Kota Antar Provinsi).

Petugas menerapkan sistem jemput bola dengan mendatangi langsung pool bus secara mobile untuk memastikan kelaikan jalan armada.
“Setiap bus yang lolos uji kelaikan akan ditempeli stiker resmi angkutan lebaran sebagai tanda keamanan bagi calon penumpang,” ujar Budi.
Sedangkan Pemerintah Provinsi Lampung tetap memegang kewenangan penuh untuk melakukan pengawasan dan ramp check terhadap armada bus AKDP (Antar Kota Dalam Provinsi).
“Sinergi antarinstansi ini menjadi kunci utama dalam menjamin keselamatan transportasi publik selama libur panjang,” kata dia.
Prediksi Puncak Arus Mudik
Budi Hartanto memprediksi puncak arus mudik Lebaran 2026 akan jatuh pada tanggal 17 Maret 2026.
Sementara itu, pergerakan arus balik penumpang diperkirakan mulai meningkat pada 26 Maret 2026.
Lonjakan penumpang diprediksi mencapai 50 persen dibanding tahun-tahun sebelumnya seiring bertambahnya volume bus AKAP yang masuk ke terminal.
“Kami mengimbau masyarakat yang ingin menggunakan jasa angkutan umum untuk datang ke Terminal Rajabasa karena kami siap melayani dengan sebaik-baiknya,” pungkas Budi.
Baca Juga: Terminal Rajabasa: Tren Penumpang AKAP Meningkat Signifikan di 2026

