DASWATI.ID – Alumni Teknik Elektro Institut Teknologi Sumatera (Itera) Lampung, Natasya Salsabiila, sukses menorehkan prestasi gemilang dengan menyabet juara pertama dalam ajang Young Persons’ World Lecture Competition (YPWLC) 2025 di Inggris.
Lewat riset inovatif mengenai material semikonduktor, Natasya berhasil menyisihkan para peneliti muda tangguh dari Inggris, Tiongkok, dan Hong Kong pada babak final yang digelar 27 November 2025 lalu.
Inovasi Transistor: Menjembatani Riset Lab ke Skala Industri
Fokus utama penelitian Natasya adalah optimisasi material aluminium nitrida (AlN) untuk diaplikasikan pada transistor berperforma tinggi.
Material ini berfungsi sebagai lapisan penyangga pada transistor berbasis galium nitrida (GaN) yang banyak digunakan dalam perangkat elektronik berdaya dan frekuensi tinggi. Karena GaN tidak dapat tumbuh langsung di atas wafer silikon, lapisan AlN yang stabil sangat dibutuhkan sebagai perantara.
Keunggulan riset Natasya terletak pada pendekatannya yang menggunakan skala industri, bukan sekadar skala laboratorium.
Jika penelitian serupa biasanya hanya menggunakan wafer berukuran 2 hingga 4 inci, Natasya melakukan terobosan dengan menggunakan wafer 8 inci dan mesin sputtering kelas industri.
“Dengan pendekatan tersebut, produksi aluminium nitrida dapat meningkat sekitar 25–40 persen dalam satu kali proses,” jelas Natasya mengenai efisiensi risetnya dikutip dari laman Itera, Kamis (29/1/2026).
Efisiensi Tinggi dan Potensi Industri Semikonduktor
Studi ini tidak hanya memberikan kontribusi secara akademik melalui publikasi ilmiah, tetapi juga sangat relevan dengan kebutuhan manufaktur global.
Penggunaan sistem sputtering magnetron frekuensi radio (RF) miliknya terbukti menghasilkan film tipis AlN yang seragam dengan kualitas kristalin yang tinggi.
Parameter yang ia optimalkan mampu menjembatani celah antara eksperimen laboratorium dan fabrikasi industri yang lebih hemat biaya.
Keberhasilan ini merupakan buah dari konsistensi Natasya selama menempuh studi doktoral berbasis riset di Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM).
Sebagai penerima beasiswa Malaysian Technical Cooperation Programme (MTCP), ia telah aktif terlibat dalam berbagai platform penelitian internasional sebelum akhirnya memenangkan kompetisi di bawah naungan Institute of Materials, Minerals & Mining (IOM3) tersebut.
Dedikasi dan Pesan untuk Generasi Muda
Sebelum meraih puncak prestasi di YPWLC 2025, alumni Itera lulusan Januari 2023 ini telah mengantongi berbagai penghargaan, termasuk kategori Best Oral Presenter pada konferensi internasional di India tahun 2024.
Di sela kesibukan risetnya, Natasya juga aktif memimpin organisasi mahasiswa pascasarjana sebagai ketua divisi akademik.
Kepada rekan-rekan mahasiswa di Indonesia, Natasya berpesan agar fokus mengenali dan mengembangkan potensi uniknya masing-masing.
Menurutnya, kunci keberhasilan adalah fokus mengembangkan keunggulan yang dimiliki, baik di bidang akademik maupun non-akademik, secara konsisten guna mencapai panggung dunia.
Baca Juga: PiGraf: Seismograf Lokal untuk Kemandirian Energi Panas Bumi

