Pendidikan » PiGraf: Seismograf Lokal untuk Kemandirian Energi Panas Bumi

PiGraf: Seismograf Lokal untuk Kemandirian Energi Panas Bumi

oleh
PiGraf: Seismograf Lokal untuk Kemandirian Energi Panas Bumi
Prof. Dr. Ir. Karyanto, S.Si., M.T., Guru Besar dalam bidang Rekayasa Geofisika Energi Panas Bumi pada Universitas Lampung. Foto: Istimewa

DASWATI.ID – Prof. Dr. Ir. Karyanto, S.Si., M.T., Guru Besar Universitas Lampung (Unila), memperkenalkan PiGraf, sebuah inovasi seismograf lokal untuk mendukung eksplorasi panas bumi nasional.

Alat ini dirancang sebagai solusi atas mahalnya biaya instrumen komersial yang selama ini menghambat pemantauan energi terbarukan di Indonesia.

Menekan Risiko dan Biaya Eksplorasi

Dalam orasi ilmiahnya saat dikukuhkan sebagai guru besar dalam rapat senat luar biasa pada Senin (26/1/2026), Prof. Karyanto menyampaikan pengeboran satu sumur eksplorasi panas bumi merupakan tahapan paling mahal dengan biaya mencapai US$1,8 hingga 11 juta.

Kesalahan penentuan target reservoar dapat berdampak pada kerugian ekonomi yang besar. Untuk menurunkan risiko tersebut, pemetaan aktivitas fluida melalui pemantauan gempa mikro (MEQ) menjadi sangat krusial.

“PiGraf hadir sebagai seismograf 3 sumbu yang ergonomis dan berbiaya terjangkau agar dapat diproduksi secara mandiri di Indonesia,” kata dia. 

Instrumen ini menggunakan sensor geophone dengan frekuensi natural 4,5 Hz yang mampu menangkap sinyal gempa berenergi rendah secara akurat.

Inovasi Teknologi Berbasis IoT

Pengembangan PiGraf telah mengintegrasikan teknologi Internet of Things (IoT) melalui layanan tunneling.

Hal ini memungkinkan peneliti mengakses dan mengunduh data secara real-time melalui komputer atau smartphone tanpa harus berada di lokasi stasiun pengukuran yang terpencil.

Selain itu, perangkat ini didukung oleh software PiGraf Soft untuk konversi data ke format standar seismologi seperti MiniSEED dan SAC.

Sistem ini juga mengamankan metadata waktu akuisisi untuk memastikan akurasi tinggi dalam penentuan posisi hiposentrum gempa.

Uji Validasi di Lapangan Way Ratai

Keandalan PiGraf telah teruji melalui validasi di Lapangan Panas Bumi Way Ratai, Lampung.

Dalam pengujian tersebut, PiGraf berhasil merekam tujuh kejadian gempa mikro dengan tingkat akurasi waktu tiba gelombang yang konsisten, yakni selisih 0,005 hingga 0,03 detik dibandingkan instrumen pembanding.

Data yang dihasilkan PiGraf membantu mengidentifikasi zona permeabel dan jalur aliran fluida panas bumi bawah permukaan.

Temuan ini memperkuat bukti bahwa area prospektif reservoar berada di selatan Gunung Ratai, sesuai dengan pemodelan numerik sebelumnya.

Mendukung Transisi Energi Nasional

Indonesia memiliki potensi panas bumi terbesar di dunia mencapai 28,5 GWe, namun pemanfaatannya saat ini masih di bawah 10%. Pemerintah menargetkan kontribusi energi terbarukan meningkat hingga 31% pada tahun 2050.

Kehadiran PiGraf diharapkan menjadi kontribusi nyata dalam memperkuat penyediaan data geofisika yang andal.

Dengan menurunkan ketidakpastian teknis dan biaya operasional, inovasi ini menjadi kunci dalam mendukung agenda ketahanan dan transisi energi nasional menuju masa depan yang lebih hijau.

Baca Juga: U-TEWS: Penghalau Panik Megathrust dari Universitas Lampung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *