Bandar Lampung » WALHI Soroti Rencana Pemkot Bandar Lampung Bangun Embung

WALHI Soroti Rencana Pemkot Bandar Lampung Bangun Embung

oleh
Pemkot & DPRD Didesak Atasi Banjir dan Sampah di Bandar Lampung
Direktur Eksekutif Daerah WALHI Lampung Irfan Trimusri. Foto: Josua Napitupulu

DASWATI.ID – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) menyoroti rencana Pemkot Bandar Lampung bangun embung di wilayah hulu sebagai salah satu solusi potensial untuk mengurangi risiko banjir di kota setempat.

Direktur Eksekutif Daerah WALHI Lampung Irfan Trimusri mempertanyakan kesiapan teknis dan rencana operasional dari proyek tersebut.

Pernyataan ini disampaikan usai membuka acara Catatan Tahunan 2024 WALHI Lampung dengan tema “Membaca Arah Kebijakan Pembangunan 2025” dan Diskusi Publik tentang Bencana Ekologis di Wilayah Perkotaan, Selasa (18/3/2025).

Irfan mengungkapkan bahwa pembangunan embung di wilayah hulu dianggap sebagai hipotesis yang dapat mengurangi risiko banjir.

Namun, ia mempertanyakan rencana dan strategi pelaksanaannya.

“Secara teknis, apakah Pemkot Bandar Lampung sudah menghitung biaya operasional embung tersebut untuk kedepannya?” Kata Irfan.

Ia menekankan bahwa rencana Pemkot Bandar Lampung bangun embung harus disertai dengan perencanaan yang matang dan perhitungan biaya operasional yang jelas.

Irfan menjelaskan bahwa banjir di Bandar Lampung tidak hanya disebabkan oleh air hujan yang berasal dari hulu, tetapi juga oleh berbagai faktor lain.

“Volume atau debit air yang mengalir akibat penyempitan dan sedimentasi sungai juga berkontribusi terhadap masalah ini,” ujar dia.

Baca Juga: Peta Hidrologi dan Master Plan Penanganan Banjir Bandar Lampung 

Ia menambahkan bahwa sedimentasi sungai erat kaitannya dengan tata kelola sampah, karena sebagian besar sedimentasi berasal dari sampah.

Selain itu, sistem drainase di Bandar Lampung juga menjadi sorotan utama.

“Mengingat kondisi geografis Kota Bandar Lampung seharusnya minim dari bencana banjir, namun karena sistem drainase yang tidak memadai, banjir tetap terjadi,” tegas Irfan.

Kondisi tersebut, lanjut dia, diperparah dengan minimnya ketersediaan ruang terbuka hijau dan menurunnya kemampuan tanah dalam menyerap air hujan.

Dia menegaskan bahwa semua permasalahan ini harus diselesaikan secara paralel.

“Tidak bisa hanya sebagian saja, tapi Pemkot Bandar Lampung sangat berharap agar banjir dapat diminimalisir,” ujar dia.

Solusi yang komprehensif dan terintegrasi sangat diperlukan untuk mengatasi masalah banjir secara efektif.

“Dengan perencanaan yang matang dan solusi yang komprehensif, kita bisa mengatasi masalah banjir secara efektif dan mencegah terjadinya bencana serupa di masa depan,” pungkas Irfan.

Baca Juga: Pemkot & DPRD Didesak Atasi Banjir dan Sampah di Bandar Lampung

Sebelumnya, Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana menuturkan rencana pemkot membeli lahan seluas 2 hektare di Kabupaten Pesawaran untuk membangun embung sebagai solusi mengatasi banjir yang sering melanda.

“Banjir di Bandar Lampung sering disebabkan oleh kiriman air dari daerah sekitar, meskipun di Bandar Lampung tidak mengalami hujan,” kata dia usai rapat koordinasi terkait Persiapan Arus Angkutan Lebaran Tahun 2025 di Kantor Gubenur Lampung, Bandar Lampung, Kamis (13/3/2025). 

Eva Dwiana menyampaikan pihaknya telah berdiskusi dengan Bupati Pesawaran, Dendi Ramadhona, dan Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, untuk memastikan proyek ini tidak hanya menguntungkan Bandar Lampung, tetapi juga daerah sekitarnya.

“Alhamdulillah, kami sudah diskusikan dengan Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona, dan Mas Egi (Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama) antusias juga,” ujar dia.

Pembangunan embung ini diharapkan dapat dimulai tahun ini setelah koordinasi lebih lanjut dengan Kementerian PUPR, sebagai tempat penampungan air serta destinasi wisata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *