Bandar Lampung » Warga Durian Payung Kembali Desak Pemkot Bongkar Flyover Pribadi

Warga Durian Payung Kembali Desak Pemkot Bongkar Flyover Pribadi

oleh
Warga Durian Payung Kembali Desak Pemkot Bongkar Flyover Pribadi
LBH Bandar Lampung bersama warga Durian Payung di Kantor Wali Kota Bandar Lampung, Senin (5/5/2025). Foto: Dokumentasi LBH Bandar Lampung

DASWATI.ID – Warga Kelurahan Durian Payung RT 08 bersama LBH Bandar Lampung mendesak Pemerintah Kota Bandar Lampung segera membongkar flyover pribadi yang merugikan masyarakat, Senin (5/5/2025).

Pembangunan flyover oleh seseorang berinisial BK, yang diduga menutup selokan, menyebabkan banjir saat hujan deras hingga air masuk ke rumah warga.

Permasalahan ini telah berlarut sejak pengaduan pertama pada 1 Oktober 2019 kepada Dinas Perumahan dan Permukiman.

Saat itu, dinas mengeluarkan Surat Nomor 650/1674/III.04/2019, memerintahkan pembongkaran pondasi flyover dalam 30 hari, namun tidak ditindaklanjuti.

Pada 25 Februari 2025, warga Durian Payung kembali mengadu melalui Surat Nomor 016/SK/LBH-BL/II/2025, tetapi hingga kini Pemkot Bandar Lampung belum bertindak.

Baca Juga: LBH Bandar Lampung Dampingi Warga Durian Payung Mengadu ke Pemkot 

Eva Dwiana Gerak Cepat Tanggapi Keluhan Warga Durian Payung
Pemkot Bandar Lampung bersama warga dan LBH Bandar Lampung menyepakati akses jalan di lahan PDAM Way Rilau yang dibuka bagi warga RT 10 Kelurahan Durian Payung, Kamis (6/3/2025). Foto: Josua Napitupulu

Staf Sipol YLBHI-LBH Bandar Lampung, M Arif Ridho Tawakal, menegaskan bahwa flyover tersebut melanggar Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Pokok Agraria, yang menyatakan hak atas tanah harus memiliki fungsi sosial dan tidak merugikan masyarakat.

“Pemkot terkesan membiarkan masalah ini,” ujar dia.

LBH Bandar Lampung mendesak Wali Kota segera menindaklanjuti pengaduan warga, membongkar flyover, dan menertibkan penutupan selokan sesuai peraturan.

Jika alat berat sulit masuk, Arif meminta Pemkot mengizinkan warga membongkar secara gotong royong.

“Pembangunan ini merugikan warga dan harus segera diselesaikan,” tegas dia.

Warga berharap Pemkot bertindak tegas agar masalah banjir akibat flyover dan penutupan drainase tidak terus berulang, demi kesejahteraan masyarakat Durian Payung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *