Hukum dan Kriminal » Operasi Pekat Krakatau: Antara Tegas dan Humanis

Operasi Pekat Krakatau: Antara Tegas dan Humanis

oleh
Helmy Santika: Kapolda Muda Berwawasan Humanis
Kapolda Lampung Irjen Pol Helmy Santika. Foto: Istimewa

DASWATI.IDPolda Lampung menunjukkan komitmen kuat dalam menegakkan hukum melalui Operasi Pekat Krakatau 2025 yang digelar sejak 1 hingga 8 Mei.

Dalam operasi ini, polisi bergerak dengan langkah tegas menindak berbagai penyakit masyarakat yang mengganggu ketertiban, namun tetap mengedepankan pendekatan humanis dengan membina pelaku agar tidak mengulangi kesalahan.

Operasi Pekat Krakatau menyasar berbagai bentuk penyakit masyarakat (pekat), seperti premanisme, perjudian, prostitusi, peredaran miras ilegal, narkoba, serta kejahatan jalanan untuk menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif.

Berdasarkan data rekapitulasi, terdapat 224 kasus TO dan 354 kasus non-TO yang ditangani di 16 satuan wilayah (satwil) di bawah Polda Lampung.

Angka ini mencerminkan komitmen kepolisian dalam menjaga keamanan dan memberikan rasa aman bagi masyarakat.

Polres Lampung Tengah mencatat jumlah kasus TO tertinggi, yaitu 35 kasus, dengan 3 kasus berhasil diungkap.

Mereka menangani 45 kasus non-TO dan membina 11 pelaku. Polres Lampung Selatan menonjol dalam pengungkapan kasus non-TO, dengan 142 kasus berhasil ditangani dari total 9 kasus TO, dimana 7 kasus diungkap.

Sebanyak 57 pelaku dari kasus non-TO juga dibina, menjadikan Polres Lampung Selatan sebagai wilayah dengan angka pengungkapan dan pembinaan tertinggi.

Selanjutnya, Polres Lampung Utara juga menunjukkan kinerja signifikan, mengungkap 2 dari 8 kasus TO dan 76 kasus non-TO. Dari kasus non-TO, 43 pelaku ditangani, dengan 34 disidik dan 11 dibina.

Kemudian, Polres Pringsewu mencatat pengungkapan 12 kasus non-TO, dengan 10 pelaku, di mana 2 disidik dan 10 dibina.

Polres Tulangbawang Barat berhasil mengungkap 12 dari 18 kasus TO dan 21 kasus non-TO, dengan 21 pelaku dibina.

Sementara itu, Polres Metro, meskipun tidak mencatat pengungkapan kasus TO, berhasil menangani 20 kasus non-TO dengan 30 pelaku, di mana 2 disidik dan 28 dibina.

Polresta Bandar Lampung juga menorehkan capaian penting, dengan pengungkapan 8 dari 16 tempat kejadian perkara (TKP) TO, mencapai tingkat keberhasilan 78 persen. Untuk kasus non-TO, mereka menangani 64 pelaku, dengan 7 disidik dan 57 dibina.

Secara keseluruhan, dari 224 kasus TO, 103 kasus berhasil diungkap, dan dari 354 kasus non-TO, 105 kasus ditangani. Total pelaku yang terlibat mencapai 194 orang, dengan 75 orang disidik dan 115 orang dibina.

Untuk TKP, dari 159 TKP TO, 101 berhasil diungkap, sementara seluruh 197 TKP non-TO telah ditindak.

Angka-angka ini menunjukkan dedikasi Polda Lampung dalam menekan angka kriminalitas.

Kapolda Lampung Irjen Pol Helmy Santika menyampaikan apresiasi atas kinerja jajarannya.

“Pengungkapan kasus TO dan non-TO bukan hanya soal angka, tetapi wujud komitmen kami untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat. Kami juga fokus pada pembinaan pelaku agar tidak mengulangi perbuatannya,” ujar dia dalam keterangannya, Rabu (14/5/2025).

Ia menegaskan bahwa pendekatan humanis melalui pembinaan akan terus diperkuat untuk menciptakan efek jera sekaligus memberikan peluang rehabilitasi sosial bagi pelaku.

“Selain upaya penindakan, Polda Lampung juga mengedepankan pencegahan melalui pendekatan preventif,” kata Helmy.

Masyarakat diimbau untuk berpartisipasi aktif menjaga keamanan lingkungan dengan melaporkan segala bentuk gangguan ketertiban kepada pihak kepolisian.

“Kolaborasi antara polisi dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman,” tegas dia.

Polda Lampung berkomitmen untuk terus memaksimalkan operasi penegakan hukum, baik melalui pendekatan represif maupun preventif.

“Kepolisian berupaya tidak hanya menekan angka kriminalitas, tetapi juga membantu pelaku reintegrasi ke masyarakat, dengan menggabungkan penindakan tegas dan pembinaan humanis,” pungkas Helmy.

Baca Juga: Helmy Santika: Kapolda Muda Berwawasan Humanis 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *