Politik » Pesan Zulhas: Jaga Kerukunan Internal Agar Tak Jadi Tontonan Rival

Pesan Zulhas: Jaga Kerukunan Internal Agar Tak Jadi Tontonan Rival

oleh
Pesan Zulhas: Jaga Kerukunan Internal Agar Tak Jadi Tontonan Rival
Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan di Novotel Lampung, Bandar Lampung, Sabtu (2/5/2026). Foto: Josua Napitupulu

DASWATI.ID – Zulhas mengingatkan kader PAN agar setop konflik internal supaya tak jadi tontonan rival. Ia menagih loyalitas Gerindra dan menekankan taktik politik untuk menang pemilu.

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan (Zulhas) memberikan peringatan keras kepada seluruh kadernya untuk menghentikan segala bentuk perselisihan internal.

Ia menegaskan bahwa perpecahan di dalam tubuh partai hanya akan menjadi konsumsi politik yang menguntungkan para rival, seperti Partai Golkar dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

“Sudahlah ribut-ribut, apa itu musda-musda itu, nanti ditertawakan kita. Ya ditertawakan sama Gerindra kalau ada partai ‘kelahi internal, hancur sendiri sudah pasti,” ujar Zulhas saat melantik pengurus DPW PAN Lampung 2025-2030 di Ballroom Novotel Lampung, Bandar Lampung, Sabtu (2/5/2026).

“Lah kalau diterusin (internal PAN ribut) senang nanti Golkar, Nunik senang sama kita. Oh iya, PAN. Biar aja lempar-lempar kursi terus,” lanjut dia.

Acara pelantikan DPW PAN Lampung dan DPD PAN Kabupaten/Kota dihadiri Forkopimda Lampung dan sejumlah pimpinan partai politik di Provinsi Lampung di antaranya Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal (Gerindra), Chusnunia Chalim yang akrab disapa Nunik (PKB), Hanan A. Rozak (Golkar), Ade Utami Ibnu (PKS).

Menagih Kesetiaan Koalisi

Dalam pidatonya, Zulhas menekankan pentingnya loyalitas yang telah dibangun PAN bersama Partai Gerindra selama 15 tahun terakhir.

Menurutnya, kesetiaan PAN mendukung Prabowo Subianto dalam tiga kali pemilihan presiden merupakan komitmen ideologis yang besar dan berdarah-darah, di mana banyak kader yang harus menghadapi konsekuensi hukum hingga berpindah partai.

“Kita selama 15 tahun, terutama 10 tahun terakhir berat sekali, enggak mudah. Kader-kader kita banyak masuk penjara, ada yang mati di tahanan. Banyak. Kepala-keala daerah PAN kalau enggak masuk tahanan, pindah,” tutur dia.

Zulhas secara terbuka meminta agar Gerindra memberikan timbal balik yang setimpal atas investasi politik tersebut.

“Saya memimpin (PAN) itu, tiga kali dukung Pak Prabowo itu kalah terus, baru ini menang. Ini bukan kebetulan, tapi ini memang komitmen. Maka PAN tolong kalau ada apa-apa minta sama Gerindra. Kalau enggak ‘ngasih Gerindra, kualat dia sama kita,” tegasnya.

Pemilu 2029: PAN Satu Komando Menuju Tiga Besar
Ketua DPW PAN Lampung 2025-2030 H.M. Azizi menyampaikan sambutan usai dilantik oleh Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, di Ballroom Novotel Lampung, Bandar Lampung, Sabtu (2/5/2026). Foto: Josua Napitupulu

Belajar Taktik dan Siasat

Selain soal kesetiaan, Zulhas mendorong kader PAN untuk menyerap ilmu strategi dari Prabowo Subianto guna menghadapi kelincahan partai lain.

Ia secara jujur mengakui keunggulan taktis PKB di bawah kepemimpinan Muhaimin Iskandar (Cak Imin) yang berhasil menggeser posisi PAN dari peringkat lima ke peringkat tujuh secara nasional dalam dua tahun terakhir.

“Saya dengan PKB jarang kalah. Dua tahun terakhir kalah karena Cak Imin pintar, menang terus, aku dua kali kalah terus. Nah, itu kepintaran kita kan begitu. Tapi dua tahun terakhir kita pindah nomor 7,” ungkap dia.

Menko Pangan ini pun mengutip pesan Prabowo bahwa pemimpin yang hebat harus memiliki siasat dan taktik yang mumpuni.

“Ini ilmunya dari Pak Prabowo ini. Saking saya ini sudah lama berteman, jadi ilmunya saya serap karena Pak Prabowo itu pintar. Pak Prabowo bilang good leader dan great leader itu leader yang punya siasat, punya taktik, punya strategi. Tapi Pak Prabowo bilang itu semua masih di bawahnya brilliant leader,” jelas Zulhas.

Ikhtiar Melampaui Doa

Zulhas juga menyentil strategi politik PKS dan PPP yang dinilainya terlalu mengandalkan narasi religius dan doa tanpa diimbangi kerja nyata di ruang publik.

Ia menegaskan bahwa dalam kontestasi politik, ikhtiar dan strategi yang lebih baiklah yang akan keluar sebagai pemenang.

“Doa itu bukan policy. Doa itu bukan strategi. Doa itu bukan taktik. Karena semua berdoa; Golkar berdoa, PKB berdoa, PKS apalagi doanya panjang. Kalah kita sama doanya PPP itu. Jadi ikhtiar, mana ikhtiar yang lebih bagus, mana yang kerja lebih banyak, mana yang taktiknya lebih bagus, dia menang,” kata Zulhas memotivasi kader agar lebih teknokratis di lapangan.

Kolegalitas dalam Pembangunan

Meski melontarkan kritik tajam terhadap strategi rival, Zulhas menutup pesannya dengan menegaskan bahwa secara formal, seluruh partai politik adalah rekan dalam membangun bangsa.

Ia berharap PAN dapat bertransformasi menjadi partai petarung yang solid demi mengejar target masuk posisi tiga besar.

“Seluruh partai itu adalah kolega bagi kami, teman bagi kita untuk berbuat terbaik untuk bangsa dan negara, khususnya untuk Lampung,” kata Zulhas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *