DASWATI.ID – Pemkot Bandar Lampung mengalokasikan pinjaman miliaran rupiah dari SMI untuk memuluskan jalan, mempercantik trotoar, dan memodernisasi TPA Bakung.
DALAM ARTIKEL:
Pemerintah Kota Bandar Lampung memacu pembangunan infrastruktur kota melalui skema pinjaman daerah sebesar Rp99,15 miliar dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI).
Suntikan dana dari Badan Usaha Milik Negara di bawah Kementerian Keuangan ini menyasar sepuluh paket pekerjaan strategis, mulai dari peningkatan jalan dengan sistem beton (rigid) hingga revitalisasi trotoar di sejumlah jalan protokol.
Suntikan Rp99,15 Miliar
Dinas Pekerjaan Umum Kota Bandar Lampung mengalokasikan dana tersebut untuk memperbaiki aksesibilitas dan estetika kota.
Dalam daftar Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) per tanggal 27 April 2026, proyek terbesar menyasar peningkatan Jalan Pangeran Sultan Agung Tirtayasa di Kecamatan Sukabumi dengan pagu Rp35,9 miliar.
Selain itu, pemerintah melakukan revitalisasi trotoar Jalan Sultan Agung di Kecamatan Way Halim dengan anggaran Rp22 miliar.
Ketua Komisi III DPRD Kota Bandar Lampung Agus Djumadi mengonfirmasi bahwa anggaran tahun 2026 ini mendapatkan dukungan signifikan dari dana eksternal.
“Untuk tahun 2026 ini kita diperbantukan dengan adanya bantuan SMI. Ini penggunaannya untuk infrastruktur dan salah satunya juga untuk TPA Bakung,” ujar Agus di Bandar Lampung, Senin (27/4/2026).
Ia menegaskan bahwa legislatif terus memantau proses penyesuaian anggaran agar penggunaan dana pinjaman tersebut berjalan optimal.

Peningkatan Jalan dan Trotoar
Selain proyek besar di Sukabumi dan Way Halim, sejumlah ruas jalan lain juga masuk dalam daftar rencana pengadaan.
Peningkatan Jalan Ratu Dibalau di Kecamatan Tanjung Senang menyerap Rp9 miliar, disusul Jalan Letkol Endro Suratmin di Kecamatan Sukarame sebesar Rp6,25 miliar.
Proyek jalan lainnya meliputi Jalan R.A Basyid, Jalan Pulau Pisang, dan kelanjutan Jalan Wala Utama.
Pemerintah juga mempercantik kawasan pusat kota dengan merevitalisasi trotoar di Jalan Jendral Sudirman (Rp8,95 miliar), Jalan Pangeran Diponegoro (Rp3,5 miliar), dan Jalan Ahmad Yani (Rp2,5 miliar).
Tiga Prioritas Utama

Agus Djumadi menjelaskan bahwa Komisi III dan Dinas PU telah menyepakati tiga fokus utama pembangunan tahun 2026 demi kemaslahatan publik.
Pertama, perbaikan jalan lingkungan menjadi prioritas karena banyaknya masukan dari masyarakat.
Kedua, pemerintah fokus pada tata kelola drainase, baik di jalan lingkungan maupun jalan protokol.
Terkait drainase, Agus menyoroti pentingnya pembuatan rencana induk atau masterplan sungai dan drainase untuk penanganan banjir jangka panjang.
“Mudah-mudahan ini meminimalisir walaupun tidak secara keseluruhan untuk penanganan banjir,” kata Agus.
Ia menambahkan bahwa penyelesaian masalah banjir harus dilakukan secara terintegrasi dari hulu hingga ke hilir melalui koordinasi dengan pemerintah provinsi dan BBWS.
Modernisasi TPA Bakung
Prioritas ketiga pemerintah kota melalui Dinas Lingkungan Hidup setempat adalah transformasi penanganan sampah di TPA Bakung yang ditargetkan berlangsung hingga tahun 2027.
Agus menekankan bahwa sistem pembuangan terbuka (open dumping) akan ditinggalkan sepenuhnya.
Sebagai gantinya, TPA Bakung akan menerapkan sistem control landfill atau sanitary landfill.
Langkah ini bertujuan untuk meminimalisir dampak lingkungan, terutama rembesan air lindi ke pemukiman warga.
Agus menyatakan dukungan penuh legislatif terhadap langkah pemerintah kota dalam menata infrastruktur ini.
“Kami Komisi III sangat mendukung apa yang dilakukan oleh pemerintah kota, dan ketika nanti memang perlu adanya penambahan anggaran, kita akan duduk bersama,” pungkas dia.


