DASWATI.ID – DPD PKS Bandar Lampung menebar eco enzyme di Way Awi untuk memulihkan ekosistem sungai serta mengajak warga menjaga kelestarian alam melalui aksi nyata yang kolektif.
DALAM ARTIKEL:
Aliran Way Awi di Kelurahan Kelapa Tiga, Tanjungkarang Pusat, menjadi saksi aksi kepedulian lingkungan pada Minggu (26/4/2026).
Memperingati Milad ke-24 Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sekaligus Hari Bumi, DPD PKS Kota Bandar Lampung memberikan kado istimewa bagi alam berupa penebaran cairan eco enzyme dan aksi bersih sungai.
Kegiatan ini melibatkan sekitar 100 peserta yang terdiri dari kader partai dan warga setempat yang bergotong-royong memungut sampah di sepanjang bantaran.
Kehadiran Sekretaris DPW PKS Lampung Suhada, tokoh masyarakat Abah Darman, serta jajaran pengurus lainnya memperkuat sinergi antara struktur politik dan komunitas warga dalam menjaga ruang publik.
Aksi Nyata untuk Alam
Ketua DPD PKS Kota Bandar Lampung, Agus Widodo, memimpin langsung gerakan ini sebagai bentuk komitmen partai terhadap kelestarian ekosistem perkotaan.
Ia mengarahkan agar setiap peringatan hari besar partai tidak sekadar menjadi ajang perayaan di dalam gedung, melainkan menyentuh akar persoalan yang dihadapi masyarakat, termasuk isu lingkungan.
“Kami tidak ingin berhenti pada seremonial. PKS hadir dengan aksi konkret. Sungai harus dijaga, lingkungan harus dirawat, dan itu dimulai dari gerakan bersama masyarakat,” tegas Agus Widodo.
Ia memandang bahwa pemulihan kualitas air sungai melalui eco enzyme merupakan solusi praktis yang bisa direplikasi oleh warga secara mandiri.
Membangun Kesadaran Kolektif
Langkah ini bertujuan memicu kesadaran berkelanjutan agar masyarakat tidak lagi menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan limbah.
PKS mendorong adanya perubahan perilaku kolektif yang menempatkan sungai sebagai aset berharga kota yang harus dijaga bersama oleh seluruh elemen masyarakat tanpa terkecuali.
Filosofi timbal balik antara manusia dan lingkungan menjadi landasan utama dalam gerakan ini.
“Menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Kami mengajak seluruh elemen untuk ikut terlibat, karena kalau kita jaga alam, maka alam juga akan menjaga kita,” pungkas Agus.
Aksi di Way Awi ini diharapkan menjadi pemantik bagi gerakan serupa di wilayah lain agar ekosistem sungai di Bandar Lampung kembali pulih dan lestari.


