DASWATI.ID – Sektor agrikultur Lampung makin digdaya! Lemak nabati dan kopi dominasi ekspor hingga tembus USD500,14 juta di awal 2026.
DALAM ARTIKEL:
- Komoditas Pertanian Kuasai Pasar
- Pasar Tiongkok dan Amerika Tetap Loyal
- Impor Turun, Surplus Melambung
Provinsi Lampung mengawali tahun 2026 dengan catatan ekonomi yang gemilang. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor Lampung pada Januari 2026 menembus angka USD500,14 juta.
Capaian ini menandai tren positif karena tumbuh sebesar 4,73 persen jika kita bandingkan dengan periode yang sama pada Januari 2025 yang bernilai USD477,54 juta.
Baca Juga: Sektor Perkebunan Seret NTP Lampung Februari 2026 Turun 1,06 Persen
Komoditas Pertanian Kuasai Pasar
Kejayaan ekonomi ini bersumber dari sektor agrikultur yang menjadi tulang punggung ekspor Bumi Ruwa Jurai.
Golongan lemak dan minyak hewan/nabati mendominasi pengiriman barang ke luar negeri dengan nilai mencapai USD225,32 juta atau menyumbang 45,05 persen dari total ekspor.
Selain itu, komoditas unggulan lainnya seperti kopi, teh, dan rempah-rempah turut memperkuat posisi Lampung dengan nilai USD81,47 juta.

Pencapaian ini membuktikan bahwa produk hasil bumi Lampung memiliki daya saing tinggi di pasar internasional.
Statistisi Ahli Muda BPS Provinsi Lampung, Muhammad Sabiel Adi Prakasa, menjelaskan bahwa kinerja ini menunjukkan fondasi ekonomi daerah yang kuat.
“Neraca perdagangan luar negeri Provinsi Lampung pada Januari 2026 kembali mencatatkan kinerja positif dengan surplus sebesar USD411,47 juta,” ujar dia dalam keterangannya, Senin (2/3/2026).
Pasar Tiongkok dan Amerika Tetap Loyal
Berlanjut ke negara tujuan, Tiongkok masih menjadi mitra dagang utama Lampung dengan nilai transaksi sebesar USD95,16 juta.
Posisi berikutnya ditempati oleh Amerika Serikat sebesar USD58,71 juta dan Pakistan senilai USD53,91 juta.
Menariknya, sebanyak 84,74 persen aktivitas pengiriman ini dilakukan langsung melalui pelabuhan-pelabuhan yang ada di Provinsi Lampung, yang menunjukkan efektivitas infrastruktur logistik lokal.
Baca Juga: 78,59% Ekspor Lampung 2025 Melalui Pelabuhan Lokal

Impor Turun, Surplus Melambung
Sementara itu, kondisi berbeda terjadi pada aktivitas impor Lampung yang justru mengalami penurunan drastis.
Nilai impor pada Januari 2026 tercatat sebesar USD88,67 juta, atau anjlok hingga 62,94 persen dibandingkan Januari 2025 yang mencapai USD239,26 juta.
Penurunan impor yang signifikan ini, dipadukan dengan kenaikan ekspor, akhirnya menciptakan surplus perdagangan yang sangat besar bagi Lampung.
Meskipun secara tahunan tumbuh membanggakan, pemerintah tetap mewaspadai fluktuasi perdagangan bulanan.
Secara keseluruhan, dinamika perdagangan luar negeri Lampung pada awal tahun ini tetap solid meski terdapat tantangan tren penurunan jika dibandingkan dengan performa Desember 2025.
Baca Juga: Tarif 19% AS Menanti: Akankah Kopi Lampung Kehilangan Pasar?

