OPINI » Membangun Kemandirian Ekonomi Lewat Semangat Kartini

Membangun Kemandirian Ekonomi Lewat Semangat Kartini

oleh
Membangun Kemandirian Ekonomi Lewat Semangat Kartini
Ketua Bidang Perempuan dan Keluarga PKS Lampung, Yuni Karnelis, STP. Foto: Istimewa

Oleh: Yuni Karnelis, STP

DASWATI.ID – Semangat Kartini menginspirasi perempuan untuk aktif membangun kemandirian ekonomi keluarga dan menguasai literasi keuangan untuk memperkuat fondasi ekonomi bangsa.

Setiap tanggal 21 April, bangsa Indonesia memperingati hari lahir Raden Ajeng Kartini sebagai simbol perjuangan pendidikan dan kesetaraan perempuan.

Namun, di era sekarang, semangat Kartini harus melampaui akses pendidikan semata.

Nilai-nilai perjuangan beliau menjadi sangat relevan ketika kita mendorong perempuan untuk berperan aktif dalam meningkatkan ekonomi keluarga.

Kartini percaya bahwa perempuan yang terdidik mampu membawa perubahan nyata bagi keluarga dan masyarakat di sekitarnya.

Perempuan sebagai Penggerak Ekonomi

Pendidikan dan keterampilan kini menjadi kunci utama bagi perempuan untuk berkontribusi secara finansial.

Saat ini, perempuan tidak lagi hanya berperan sebagai pengelola rumah tangga, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi keluarga.

Kita melihat banyak ibu rumah tangga mulai mengelola usaha mikro, mulai dari bisnis kuliner, kerajinan tangan, hingga toko daring.

Kehadiran teknologi digital membantu perempuan menembus batasan ruang dan waktu, sehingga mereka tetap bisa produktif tanpa meninggalkan peran domestik.

Pentingnya Cerdas Mengelola Keuangan

Selain membangun usaha, perempuan perlu menguasai literasi keuangan untuk menjaga kesejahteraan keluarga.

Perempuan yang cerdas finansial mampu mengatur pengeluaran, menabung, hingga memilih investasi yang tepat.

Kemampuan ini sangat strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi rumah tangga, terutama saat menghadapi tantangan ekonomi yang tidak menentu.

Berbagai program pemerintah melalui pelatihan kewirausahaan dan akses permodalan kini hadir untuk mendukung perempuan agar semakin mandiri.

Dukungan dan Kolaborasi Nyata

Meski peluang terbuka luas, tantangan seperti keterbatasan akses teknologi dan pendidikan masih menghambat sebagian perempuan.

Oleh karena itu, dukungan dari keluarga, masyarakat, dan kebijakan pemerintah yang berpihak pada perempuan sangatlah penting.

Ketika perempuan berdaya secara ekonomi, keluarga akan menjadi lebih kuat dan anak-anak dapat tumbuh lebih cerdas.

Pada skala yang lebih besar, kemandirian perempuan akan menggerakkan roda perekonomian bangsa ke arah yang lebih baik.

Harapan untuk Perempuan Indonesia

Ungkapan “Habis gelap terbitlah terang” menjadi inspirasi bahwa selalu ada jalan menuju kesejahteraan di tengah keterbatasan.

Mari kita maknai Hari Kartini dengan terus meningkatkan kualitas diri dan keluarga.

Perempuan yang mandiri dan berdaya adalah aset berharga yang memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa Indonesia. (*)

*Yuni Karnelis, STP–Ketua Bidang Perempuan dan Keluarga PKS Lampung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *