DASWATI.ID – Kondisi infrastruktur jalan menjadi “lampu kuning” bagi jutaan pemudik yang akan melintasi Provinsi Lampung pada musim mudik Lebaran 2026 mendatang.
Kapolda Lampung membeberkan temuan mengkhawatirkan mengenai ratusan titik jalan rusak yang tersebar di berbagai jalur utama lintas Sumatra.
Dalam Rapat Koordinasi Persiapan Angkutan Lebaran 2026 bersama Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur Lampung, Selasa (17/2/2026), Kapolda mengungkapkan hasil pemetaan terbaru yang menunjukkan adanya 102 titik jalan rusak di wilayah hukumnya.
Data ini menjadi penting karena Operasi Ketupat Krakatau 2026 bertujuan menciptakan situasi Idulfitri 1447 H yang aman dan nyaman bagi masyarakat.
Lampung Tengah Jadi Titik Terparah
Polda Lampung mencatat distribusi kerusakan jalan tidak merata, dengan beberapa kabupaten memerlukan perhatian ekstra dari pengendara.
Lampung Tengah menjadi wilayah dengan kerusakan terparah, yakni mencapai 40 titik, yang mendominasi jalur Jalinsum (Jalan Lintas Sumatra) KM 43-70 dan Jalintim (Jalan Lintas Timur) KM 213-248.
Menyusul di belakangnya, wilayah Way Kanan memiliki 18 titik jalan rusak, sementara Tulangbawang Barat mencatatkan 15 lokasi jalan berlubang.
Di wilayah utara, Lampung Utara menyumbang 11 titik kerusakan, termasuk area kritis di Jembatan Way Sabuk KM 129-130.
Jalur-jalur ini diprediksi akan mengalami beban berat saat puncak arus mudik yang diperkirakan terjadi mulai 13 Maret 2026.

Bukan Sekadar Lubang: Ancaman Laka dan Macet
Kondisi jalan yang buruk ini berbanding lurus dengan risiko keselamatan di lapangan.
Kapolda menegaskan bahwa selain jalan rusak, pihaknya juga memetakan 45 titik rawan kecelakaan (laka) dan 36 titik rawan kemacetan.
Upaya penekanan angka fatalitas menjadi prioritas, mengingat pada evaluasi tahun sebelumnya, jumlah kejadian kecelakaan sempat naik hingga 30%.
“Strategi kami mengedepankan kegiatan preventif untuk memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat,” tegas Kapolda dalam pemaparannya.
Selain infrastruktur, Polda Lampung juga mewaspadai 9 titik rawan bencana, seperti potensi banjir di Katibung dan longsor di sepanjang jalur Liwa–Krui.
Kesiagaan 3.700 Personel Gabungan
Guna mengantisipasi hambatan di 102 titik jalan rusak tersebut, Polda Lampung telah menyiapkan 3.742 personel pengamanan yang terdiri dari Polri, TNI, dan instansi terkait.
Petugas akan tersebar di 81 pos, yang terdiri dari 60 Pos Pengamanan, 20 Pos Pelayanan, dan 1 Pos Terpadu di Bakauheni.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengamini bahwa kondisi jalan provinsi dengan status mantap, saat ini, baru mencapai 79,79 persen.
Pemerintah Provinsi Lampung, jelas dia, menargetkan tidak ada lagi lubang di jalan provinsi sebelum puncak arus mudik, termasuk percepatan perbaikan di jalan nasional dan kabupaten/kota melalui skema swakelola.
“Lampung selalu menjadi sorotan karena menjadi entry gate masyarakat dari Pulau Jawa menuju Sumatra. Karena itu, pelayanan dan kesiapan kita harus dilakukan dengan sangat cermat,” ujar Gubernur.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dalam rapat tersebut menekankan pentingnya koordinasi lintas sektoral agar perbaikan jalan yang mendesak dapat segera dilakukan sebelum operasi dimulai.
Pemudik pun diimbau untuk terus memantau informasi terkini melalui media sosial resmi kepolisian guna menghindari terjebak di jalur yang rusak maupun titik macet parah.
Baca Juga: Menhub Sentil Pemprov Lampung Soal Pasar Tumpah di Jalur Mudik

