OPINI » Kebangkitan Sepak Bola Lampung: Momen Emas dari Akar Hingga Puncak

Kebangkitan Sepak Bola Lampung: Momen Emas dari Akar Hingga Puncak

oleh
Kebangkitan Sepak Bola Lampung: Momen Emas dari Akar Hingga Puncak
Wakil ketua Umum Asprov PSSI Lampung Yoga Swara (kiri) dan Mahendra Utama (kanan) bertemu secara tidak sengaja pada tanggal 3 Oktober 2024 dalam penerbangan QZ199 pukul 09.45 WIB dengan rute TKG menuju CGK. Foto: Arsip Mahendra Utama

Oleh: Mahendra Utama, Penonton Sepak Bola dari Lampung

DASWATI.ID – Sepak bola di Lampung, yang telah lama menjadi suara rakyat yang menyatukan berbagai lapisan masyarakat, kini tengah memasuki momen emas kebangkitannya.

Meskipun Lampung pernah memiliki masa kejayaan dalam sepak bola, hal itu sempat hanya menjadi kenangan karena klub-klub yang terseok, infrastruktur yang tertinggal, dan talenta muda yang tidak memiliki wadah untuk bermimpi.

Namun, angin perubahan kini terasa kuat, didorong oleh munculnya generasi kepemimpinan baru, pergerakan tokoh-tokoh muda, keterbukaan pemerintah daerah, serta kebangkitan sepak bola nasional secara keseluruhan.

Berikut adalah langkah-langkah yang menggerakkan kebangkitan sepak bola Lampung dari akar hingga puncak:

Membangun dari Akar melalui Yoga Swara

Salah satu motor penggerak kebangkitan dari akar adalah Wakil ketua Umum Asprov PSSI Lampung, Yoga Swara, seorang figur yang aktif membina talenta muda sepak bola di Lampung.

Yoga Swara secara langsung menyambangi berbagai Sekolah Sepak Bola (SSB) kecil, berdialog dengan pelatih di desa-desa, dan mencari bibit-bibit pemain terbaik dari seluruh penjuru Lampung.

Pengalamannya yang profesional dari Bhayangkara FC, sebuah klub yang dikenal dengan sistem modern dan pendekatan ilmiah dalam pengelolaan sepak bola, turut dibawa untuk memperkuat pembinaan ini.

Rehabilitasi Stadion Sumpah Pemuda sebagai Simbol Harapan Menuju Puncak

Sinergi yang kuat telah menginisiasi pemindahan home base Bhayangkara FC ke Lampung, tepatnya di Stadion Sumpah Pemuda PKOR Way Halim, Bandar Lampung, menjadikannya markas resmi klub di Liga Indonesia.

Rehabilitasi total stadion ini bertujuan untuk memenuhi standar nasional dan bukan hanya sekadar proyek fisik, melainkan simbol harapan kebangkitan bagi sepak bola Lampung.

Stadion ini diproyeksikan akan menjadi kiblat baru sepak bola Lampung, tempat talenta lokal dapat unjuk gigi, keluarga bisa bersatu menikmati pertandingan, dan kebanggaan daerah dibangun, sekaligus menggerakkan ekonomi UMKM di sekitarnya.

Relasi Strategis dengan PSSI Nasional: Membuka Pintu Menuju Puncak

Upaya kebangkitan sepak bola Lampung juga selaras dengan semangat besar PSSI nasional yang kini dipimpin oleh Ketua Umum Erick Thohir, yang dikenal profesional, transparan, dan terbuka.

Dengan dukungan penuh dari Presiden Prabowo Subianto yang menjadikan sepak bola sebagai bagian penting dari misi pembangunan karakter bangsa, Lampung memiliki kesempatan besar untuk mengambil bagian dalam kebangkitan ini.

Jaringan yang dibangun oleh Yoga Swara dengan Bhayangkara FC dan tokoh-tokoh nasional telah membuka lebar pintu Lampung ke PSSI pusat, menandai langkah penting menuju puncak prestasi.

Peran Kepemimpinan Muda dan Eksekusi Lapangan

Kebangkitan sepak bola Lampung diperkuat oleh kepemimpinan muda yang strategis, yakni Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dan Ketua DPRD Lampung Ahmad Giri Akbar.

Keduanya, yang berasal dari HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia), memahami pentingnya pembangunan daerah tidak hanya lewat infrastruktur fisik, tetapi juga melalui olahraga dan prestasi.

Gubernur Mirza menunjukkan perhatian nyata terhadap infrastruktur olahraga, sementara Ketua DPRD Giri mendorong lahirnya peraturan dan anggaran yang berpihak pada pemuda, membentuk duet yang siap “gaspol” demi kebangkitan ini.

Selain itu, peran vital Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Lampung, Descatama Paksi Moeda, sebagai penggerak dan jembatan antara niat baik pemerintah dan kebutuhan nyata masyarakat di lapangan, sangat krusial.

Di bawah koordinasinya, kompetisi usia dini mulai digerakkan, perbaikan infrastruktur dilakukan, dan perencanaan akademi sepak bola berbasis provinsi mulai dirumuskan, semua demi mengubah wajah sepak bola Lampung menuju puncaknya.

Keterlibatan Swasta: Investasi Jangka Panjang untuk Kebangkitan

Untuk mencapai puncaknya, peran aktif sektor swasta di Lampung sangat dibutuhkan. Perusahaan-perusahaan Lampung, dari berbagai sektor seperti agroindustri, logistik, keuangan, hingga retail, didorong untuk melihat sepak bola sebagai investasi jangka panjang yang bermanfaat bagi citra perusahaan, komunitas, dan keberlanjutan daerah.

Yoga Swara telah memulai pendekatan untuk mengajak pihak swasta menjadi sponsor, pembina, atau bahkan pemilik klub lokal, karena sepak bola bukan hanya tentang pertandingan, melainkan juga ekonomi, pendidikan, dan kebanggaan daerah.

Kesimpulan: Ini Adalah Waktu Kita untuk Membawa Lampung ke Puncak!

Dengan berbagai elemen pendukung yang kuat, ini adalah waktu yang tepat bagi Lampung untuk bangkit dan mencapai puncak kejayaan sepak bolanya.

Lampung memiliki semua bahan yang diperlukan untuk kebangkitan ini:

  • Bakat muda yang luar biasa
  • Infrastruktur yang sedang dibenahi
  • Tokoh muda yang konsisten bergerak seperti Yoga Swara
  • Kepemimpinan muda yang suportif seperti Gubernur Mirza dan Ketua DPRD Giri
  • Mesin eksekusi yang efektif seperti Kadispora Descatama
  • Dukungan kuat dari PSSI dan Presiden.

Kebangkitan ini memerlukan kemauan bersama dari kita semua untuk bergerak, tidak hanya demi kemenangan semata, tetapi demi harga diri, masa depan pemuda, dan kejayaan Lampung tercinta.

Sekarang adalah waktunya untuk bertindak, kalau bukan sekarang, kapan lagi? Kalau bukan kita, siapa lagi? Lampung Bisa! Lampung Bangkit! Sepak Bola Jalannya! (*) 

Baca Juga: Pemimpin Muda Lampung: Bonus Demografi dan Pembangunan Manusia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *