Ekonomi » Lampung Pacu Hilirisasi dan Kawasan Industri Demi Nilai Tambah

Lampung Pacu Hilirisasi dan Kawasan Industri Demi Nilai Tambah

oleh
Lampung Pacu Hilirisasi dan Kawasan Industri Demi Nilai Tambah
Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung menerima kunjungan kerja Komisi VII DPR RI di Provinsi Lampung, Bandar Lampung, Kamis (23/4/2026). Dokumentasi Biro Adpim Pemprov Lampung

DASWATI.ID – Gubernur Lampung memacu hilirisasi komoditas dan membangun lima kawasan industri terintegrasi guna meningkatkan nilai tambah ekonomi dari sektor pertanian mentah.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mendorong transformasi ekonomi daerah melalui penguatan hilirisasi industri dan pengembangan kawasan industri baru.

Langkah strategis ini mengemuka saat menerima kunjungan kerja Komisi VII DPR RI di Bandar Lampung, Kamis (23/4/2026).

Pemerintah Provinsi Lampung berupaya menggeser ketergantungan ekonomi dari sektor pertanian mentah menuju pengolahan industri yang bernilai tambah tinggi.

Potensi Besar Belum Terolah

Saat ini, ekonomi Lampung masih bertumpu pada sektor pertanian yang melibatkan hampir dua juta keluarga.

Dari total luas wilayah 3 juta hektare, sebanyak 1,8 juta hektare merupakan lahan pertanian dengan komoditas utama berupa padi, jagung, dan singkong.

Meskipun pertumbuhan ekonomi Lampung mencapai 5,28 persen atau melampaui rata-rata nasional, kontribusi sektor industri terhadap PDRB baru menyentuh angka 18 persen.

Gubernur Mirza mengungkapkan bahwa potensi nilai komoditas daerah mencapai Rp150 triliun, namun baru sekitar Rp30 triliun yang telah diolah melalui industri hilirisasi.

“Perbaikan ini menunjukkan bahwa sektor pertanian masih menjadi tulang punggung ekonomi Lampung,” ujarnya menekankan pentingnya peningkatan nilai tambah.

Pengembangan Kawasan Strategis

Untuk mengatasi tantangan tersebut, pemerintah daerah memacu pembangunan lima kawasan industri terintegrasi, termasuk di Way Kanan, Katibung, Sulusuban, serta Kawasan Industri Lampung (KAIL) I dan II.

Pengembangan ini memanfaatkan keunggulan infrastruktur pelabuhan yang strategis sebagai gerbang ekspor Sumatra bagian selatan.

Dukungan infrastruktur seperti jalur ganda kereta api dan jalan tol khusus pelabuhan juga terus diperkuat untuk menekan biaya distribusi logistik.

Lampung Pacu Hilirisasi dan Kawasan Industri Demi Nilai Tambah
Sumber: RPJMD Provinsi Lampung 2025-2029

Ketua Tim Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay memberikan apresiasi atas gairah pembangunan di Lampung dalam satu setengah tahun terakhir.

“Lampung memiliki potensi besar, baik dari sisi sumber daya alam maupun sumber daya manusia. Ini menjadi modal penting untuk mendorong kemajuan daerah,” jelas Saleh.

Penguatan UMKM dan Pariwisata

Selain industri besar, hilirisasi menyasar komoditas singkong melalui pengembangan produk turunan seperti Modified Cassava Flour (Mocaf).

Di sektor UMKM, pemerintah mendorong pembentukan sistem agregator agar produk lokal memiliki skala ekonomi besar dan mampu menembus pasar ekspor.

Sistem ini diharapkan menjadi solusi bagi 398 ribu pelaku UMKM di Lampung yang mayoritas dikelola oleh perempuan.

Pada sektor pariwisata, fokus pengembangan diarahkan pada Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Pesawaran dan Lampung Selatan serta proyek Bakauheni Harbour City.

Langkah ini bertujuan meningkatkan lama tinggal wisatawan yang saat ini masih rata-rata 1,3 hari.

Sinergi antara pusat dan daerah terus diperkuat agar kebijakan hilirisasi dan digitalisasi mampu mewujudkan visi Lampung Maju 2029.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *