DASWATI.ID — Komunitas Mahasiswa Papua Se-Sumatera (KOMPASS) melalui Ikatan Mahasiswa Papua Lampung (IKMAPAL) resmi membentuk panitia pelaksana untuk mengkaji isu lingkungan hidup dan penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) Papua.
Agenda besar ini telah berlangsung di Kota Bandar Lampung pada 5–12 Januari 2026 lalu.
“Kegiatan tahunan ini bertujuan merespons berbagai tantangan lingkungan dan pembangunan manusia di Tanah Papua,” kata Ketua Panitia Pelaksana, Alpes Lepitalen, dalam keterangannya pada Jumat (16/1/2026) malam.
Terdapat empat agenda utama yang dilaksanakan, yakni Seminar Nasional, Musyawarah Besar (Mubes), tradisi Bakar Batu atau Barapen, serta Malam Budaya Papua.
“Seminar Nasional membedah isu strategis terkait lingkungan dan penguatan SDM di tengah dinamika pembangunan modern,” ujar Alpes.
Sementara itu, Mubes menjadi forum tertinggi organisasi untuk menentukan kepengurusan pusat KOMPASS yang baru.
Wujud Tanggung Jawab Intelektual
Alpes Lepitalen menyatakan pembentukan panitia ini merupakan wujud komitmen mahasiswa Papua di Sumatra terhadap keberlanjutan lingkungan di daerah asal mereka.
Menurut dia, mahasiswa memegang peran strategis dalam mendorong peningkatan kualitas SDM secara berkelanjutan.
Ketua KOMPASS, Arnoldus Sedik, menambahkan bahwa penguatan SDM harus berjalan beriringan dengan kesadaran ekologis.
Ia berharap rangkaian kegiatan ini menghasilkan rekomendasi konstruktif bagi pemerintah dan pemangku kepentingan terkait isu pembangunan di Papua.
“Melalui rangkaian kegiatan ini, kami berharap dapat memperkuat solidaritas mahasiswa Papua serta melahirkan gagasan dan rekomendasi yang konstruktif bagi isu lingkungan dan pembangunan manusia Papua ke depan,” kata Arnoldus.
Selain aspek akademik, acara ini juga menonjolkan pelestarian identitas melalui Malam Budaya dan tradisi Bakar Batu.
Agenda tersebut bertujuan menegaskan kekayaan keberagaman suku dan bahasa Papua kepada masyarakat luas.
Ketua IKMAPAL, Deserius Magay, mengapresiasi dukungan berbagai pihak dalam menyukseskan agenda rutin ini.
Ia menyampaikan terima kasih secara khusus kepada Pemerintah Provinsi Lampung, Kapolda, serta PT Freeport Indonesia yang turut mendukung pelaksanaan kegiatan di kota studi Bandar Lampung hingga Banda Aceh tersebut.
Baca Juga: IKMAPAL Gelar PAB 2025: Cetak Generasi Papua Tangguh dan Berintegritas di Tanah Rantau

