Pendidikan » GATE System: Gebrakan Mahasiswa Unila Perkuat Keamanan Digital Nasional

GATE System: Gebrakan Mahasiswa Unila Perkuat Keamanan Digital Nasional

oleh
GATE System: Gebrakan Mahasiswa Unila Perkuat Keamanan Digital Nasional
Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Lampung (Unila), Zaka Kurnia Rahman. Dokumentasi Universitas Lampung

DASWATI.ID – Komitmen pemerintah dalam membersihkan ruang digital dari praktik perjudian daring mendapatkan dukungan inovatif dari kalangan akademisi.

Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Lampung (Unila), Zaka Kurnia Rahman, sukses mengimplementasikan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) bernama GATE System di bawah naungan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI pada Rabu (18/2/2026).

Inovasi ini muncul sebagai jawaban atas masifnya serangan konten judi online yang menyasar berbagai lapisan masyarakat.

GATE System dirancang menggunakan teknologi mutakhir untuk melakukan deteksi dini secara otomatis terhadap ribuan domain dan konten mencurigakan.

Kehadiran sistem ini mempercepat proses verifikasi sebelum tim teknis melakukan pemutusan akses atau take down.

Zaka menjelaskan bahwa sistem ini mengintegrasikan kemampuan pemrosesan bahasa alami (Natural Language Processing/NLP) dan visi komputer.

Teknologi tersebut memungkinkan deteksi pola spesifik yang sering digunakan situs judi online untuk mengelabui sensor konvensional.

“Tujuan utama pengembangan sistem ini adalah efisiensi. Dengan volume konten negatif yang mencapai jutaan, kita membutuhkan ‘gerbang’ otomatis yang mampu menyaring konten secara presisi sebelum masuk ke tahap eksekusi oleh tim teknis Komdigi,” ungkap Zaka Kurnia Rahman dalam keterangannya.

Baca Juga: PiGraf: Seismograf Lokal untuk Kemandirian Energi Panas Bumi

Sinergi Pemerintah dan Akademisi

Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kementerian Komdigi, Alexander Sabar, memberikan apresiasi tinggi terhadap terobosan mahasiswa asal Lampung tersebut.

Menurut dia, kolaborasi antara pemerintah dan akademisi merupakan faktor krusial dalam menghadapi kejahatan siber yang semakin kompleks.

Alexander menegaskan bahwa inovasi ini sejalan dengan misi pemerintah yang telah menangani lebih dari 2,17 juta konten judi antara 20 Oktober 2024 hingga 16 September 2025.

GATE System adalah bukti nyata kepedulian generasi muda terhadap masalah bangsa. Inovasi ini sejalan dengan misi kami memberantas judi online,” ujar dia.

Keberhasilan GATE System tidak hanya memperkuat infrastruktur pengawasan digital nasional, tetapi juga menetapkan standar baru bagi perguruan tinggi di Indonesia.

Capaian ini mempertegas posisi Unila sebagai institusi yang mampu mencetak inovator teknologi dengan daya saing nasional dalam proyek strategis negara.

Pemerintah melalui Kementerian Komdigi berkomitmen untuk terus memperkuat keamanan ruang siber.

Inovasi seperti GATE System diproyeksikan menjadi komponen vital dalam menjaga ekosistem digital Indonesia agar tetap sehat, aman, dan produktif bagi seluruh masyarakat.

Baca Juga: U-TEWS: Penghalau Panik Megathrust dari Universitas Lampung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *