Lampung » Dinamika Penduduk: Tubaba Ramai Pendatang, Lampung Barat Sepi

Dinamika Penduduk: Tubaba Ramai Pendatang, Lampung Barat Sepi

oleh
Dinamika Penduduk: Tubaba Ramai Pendatang, Lampung Barat Sepi
Ilustrasi: Josua Napitupulu/AI

DASWATI.ID – BPS Lampung mencatat Tulangbawang Barat menjadi magnet migrasi tertinggi, sementara Lampung Barat mengalami arus keluar penduduk terbesar menurut hasil SUPAS 2025.

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung mencatat pergeseran signifikan sebaran penduduk di Bumi Ruwa Jurai.

Hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025 menunjukkan Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) menjadi magnet utama migrasi, sementara Lampung Barat justru mengalami tren pengosongan wilayah akibat arus keluar penduduk yang tinggi.

Kepala BPS Provinsi Lampung, Ahmadriswan Nasution, mengungkapkan bahwa migrasi risen antarprovinsi di Lampung mencatatkan neto positif sebesar 0,58 persen.

Angka ini mencerminkan bahwa Lampung masih memiliki daya tarik bagi penduduk luar daerah. Namun, dinamika di tingkat lokal memperlihatkan ketimpangan mencolok antarwilayah.

Magnet Baru Tubaba

Tulangbawang Barat mencatatkan diri sebagai daerah dengan nilai migrasi neto tertinggi di tingkat kabupaten/kota.

Angka migrasi masuk risen di wilayah ini mencapai 4,58 persen, jauh melampaui angka migrasi keluar yang hanya 1,82 persen. Hal ini menghasilkan nilai neto sebesar 2,75, tertinggi di seluruh Provinsi Lampung.

Dinamika Penduduk: Tubaba Ramai Pendatang, Lampung Barat Sepi
Sumber Data: Berita Resmi Statistik No. 35/05/Th. XXVI, BPS Provinsi Lampung, 5 Mei 2026

Pesatnya migrasi ke Tubaba sejalan dengan pembangunan infrastruktur dan pengembangan kawasan yang intensif.

Sebaliknya, kondisi ini dibarengi dengan rendahnya angka ketergantungan (dependency ratio) sebesar 48,05, yang menandakan struktur penduduk usia produktif masih mendominasi di wilayah tersebut.

Tantangan Lampung Barat

Kontras dengan Tubaba, Kabupaten Lampung Barat mencatatkan nilai migrasi neto terendah, yakni minus 1,47 persen.

Data menunjukkan persentase migran keluar risen mencapai 3,10 persen, sementara penduduk yang masuk hanya 1,64 persen.

Fenomena ini mengindikasikan arus keluar penduduk untuk mencari peluang di luar daerah masih sangat kuat.

Selain migrasi, Lampung Barat juga menghadapi tantangan fertilitas. Angka Kelahiran Total (TFR) di wilayah ini menyentuh 2,46, salah satu yang tertinggi di Provinsi Lampung.

Kombinasi kelahiran tinggi dan arus migrasi keluar yang deras menciptakan tantangan unik dalam pengelolaan sumber daya manusia di masa depan.

Transisi Menuju Penuaan

Secara umum, Lampung mulai memasuki fase ageing population. Persentase penduduk lanjut usia (60 tahun ke atas) telah mencapai 11,39 persen.

Meski demikian, dividen demografi masih terasa dengan rasio ketergantungan provinsi sebesar 46,79, yang berarti beban penduduk produktif masih dalam kategori aman.

Data SUPAS 2025 ini menjadi alarm bagi pemerintah daerah untuk meratakan pusat pertumbuhan ekonomi.

Upaya ini penting agar arus migrasi tidak hanya tertumpu pada wilayah tertentu seperti Tubaba, sekaligus menekan angka pengosongan di daerah pinggiran seperti Lampung Barat. (*)

*Sumber Data: Berita Resmi Statistik No. 35/05/Th. XXVI, BPS Provinsi Lampung, 5 Mei 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *