Lampung » Pertamina Incar 1,4 Miliar Barel Minyak di Lampung & Sumsel

Pertamina Incar 1,4 Miliar Barel Minyak di Lampung & Sumsel

oleh
Pertamina Incar 1,4 Miliar Barel Minyak di Lampung & Sumsel
Kiri-Kanan: Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Putri Zulkifli Hasan, Sekdaprov Lampung Marindo Kurniawan, Dirjen Migas Kementerian ESDM Paul Ibnu Suhendra, di Radisson Bandar Lampung, Jumat (20/2/2026). Foto: Josua Napitupulu

DASWATI.ID – Wilayah Sumatera Bagian Selatan kembali menjadi sorotan dalam peta energi nasional seiring dengan ditemukannya potensi minyak mentah yang sangat besar.

PT Pertamina EP (PEP) mengungkap bahwa Wilayah Kerja (WK) Eksplorasi Sumbagsel Area-1 menyimpan dugaan potensi mencapai 1,4 miliar barel minyak (Original Oil In Place/OOIP).

Temuan ini menjadi angin segar bagi ketahanan energi Indonesia, terutama karena wilayah Lampung selama ini belum memiliki fasilitas produksi hulu migas akibat minimnya pemetaan akurat di masa lalu.

Langkah strategis ini menjadi fokus utama dalam Kunjungan Kerja Reses Komisi XII DPR RI ke Bandar Lampung pada Jumat (20/2/2026).

Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM, Paul Ibnu Suhendra, menekankan pentingnya langkah ini dengan menyebutkan bahwa berdasarkan kajian geologi, terdapat potensi sumber daya minyak yang signifikan.

“Potensi sumber daya minyak diperkirakan mencapai sekitar 830 juta barel yang memerlukan pematangan melalui eksplorasi lanjutan,” ungkap dia. 

Pertamina Incar 1,4 Miliar Barel Minyak di Lampung & Sumsel

Menghidupkan Kembali Potensi yang Tertidur

Direktur Regional 1 Sumatera PT Pertamina EP, Muhammad Arifin, dalam pemaparannya menuturkan upaya mencari “emas hitam” di WK Sumbagsel Area I sebenarnya memiliki sejarah panjang yang dimulai sejak tahun 1975 melalui pengeboran sumur Menggala-1.

Namun, perjalanan tersebut sempat terhenti karena berbagai kendala, termasuk kegagalan program seismik pada periode 2010-2012 akibat masalah perizinan daerah.

Meskipun kontrak kerja telah efektif sejak 2005, aktivitas eksplorasi praktis belum berjalan maksimal selama hampir dua dekade.

Kebangkitan proyek ini baru mendapatkan momentum kuat pada periode 2023-2024 melalui koordinasi intensif dengan pemerintah daerah dan pusat.

Dukungan regulasi semakin diperkokoh dengan terbitnya Keppres Nomor 1 Tahun 2025 tentang Satuan Tugas Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional.

Muhammad Arifin, menegaskan filosofi di balik proyek ini: “Tanpa eksplorasi hari ini, tidak akan ada produksi di masa depan.”

Baca Juga: Pertamina Berharap Temukan Cadangan Minyak Ekonomis di Lampung

Jadwal Operasional: Mobilisasi Mei dan Kick-Off Juni 2026

Untuk membuktikan potensi raksasa tersebut, Pertamina telah menyusun jadwal operasional yang sangat mendetail.

Muhammad Arifin menjelaskan bahwa persiapan lapangan akan segera dimulai dalam waktu dekat.

“Kami harapkan mulai bulan Mei 2026 sudah bisa mobilisasi dan persiapan lapangan, rekrutmen kru-kru yang akan diperbantukan untuk melakukan proses eksplorasi ini,” jelas Arifin. 

Lebih lanjut, ia merinci waktu dimulainya kegiatan utama di lapangan.

Kick off rencananya bulan Juni 2026 pada minggu pertama atau kedua setelah lebaran. Setelah itu kami mulai beberapa pekerjaan, termasuk eksekusi sampai akhir tahun di Desember 2026,” tambahnya.

Program Survei Seismik 2D ini akan melintasi lima kabupaten di Provinsi Lampung (Tulang Bawang, Tulangbawang Barat, Way Kanan, Lampung Tengah, Lampung Timur) dan dua kabupaten di Provinsi Sumatra Selatan (Ogan Komering Ilir dan Ogan Komering Ulu Timur). Total panjang mencapai ± 688,5 kilometer mencakup 35 kecamatan, dan 142 desa.

Pertamina Berharap Temukan Cadangan Minyak Ekonomis di Lampung
Direktur Regional 1 Sumatera PT Pertamina EP, Muhammad Arifin, memaparkan rencana Program Survei Seismik 2026-2027 pada rapat bersama Pemerintah Provinsi Lampung dan Komisi XII DPR RI dalam rangka Pengawasan Secara Langsung terhadap Pengelolaan Sektor Energi dan Lingkungan Hidup di Radisson Bandar Lampung, Jumat (20/2/2026). Foto: Josua Napitupulu

Kontribusi Signifikan bagi Target Nasional

Skala proyek ini tidak hanya penting bagi daerah, tetapi juga strategis bagi target energi nasional.

Ketua Tim Kunjungan Kerja Komisi XII DPR RI, Putri Zulkifli Hasan, memberikan apresiasi tinggi terhadap besarnya cakupan survei ini.

“Jika survei seismik 2D Lampung-Sumatra Selatan sepanjang 688,5 kilometer ini berjalan, maka kontribusinya sekitar 17,7 persen dari target nasional 2026. Ini bukan kegiatan kecil, tetapi signifikan,” tegas Putri.

Sebagai perbandingan, Putri memaparkan bahwa target survei seismik 2D nasional tahun 2026 adalah 3.882 kilometer, namun hingga Januari 2026 realisasinya masih nol.

Keberhasilan di Lampung dan Sumsel ini diharapkan menjadi pendorong utama pencapaian target tersebut.

Peta Jalan Menuju Produksi 2032

Pertamina telah menyusun peta jalan jangka panjang hingga tahun 2035. Setelah survei dan kajian selesai pada 2027, fokus akan beralih pada pengeboran eksplorasi dan delineasi pada tahun 2028 untuk mematangkan empat prospek utama.

Jika cadangan terbukti ekonomis, target produksi pertama (on-stream) diproyeksikan mulai berjalan pada tahun 2032.

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, melalui sambutan tertulisnya menekankan posisi strategis Lampung sebagai pintu gerbang Sumatra yang siap mendukung agenda energi nasional.

Saat ini, Lampung telah mencatat capaian bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) sebesar 36,32 persen pada 2025, yang telah melampaui target daerah.

Pengembangan potensi minyak bumi ini diharapkan dapat berjalan selaras dengan prestasi EBT tersebut guna memperkuat ketahanan energi nasional secara menyeluruh.

Baca Juga: Pemprov Lampung Kawal Eksplorasi Migas Pertamina di 5 Kabupaten

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *